Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 19/11/2008 17:13 WIB
Pengiriman Perdana LNG Tangguh Molor -
Rabu, 19/11/2008 17:07 WIB
G20 Jangan Saling Menutup Pintu Masuk Barang Impor -
Rabu, 19/11/2008 16:22 WIB
Raden Pardede dan Syahrial Jadi Komisaris PPA -
Rabu, 19/11/2008 16:02 WIB
IFC Kucurkan Pinjaman US$ 20 Juta untuk Proyek Kopi -
Rabu, 19/11/2008 15:52 WIB
Dana Kontraktor Migas US$ 11,8 M Siap Masuk Bank Nasional -
Rabu, 19/11/2008 14:25 WIB
Negosiasi Rio Tinto dan Pemda Harus Rampung Akhir 2008
Indeks Berita
Minggu, 27/04/2008 14:09 WIB
Pemerintah Pilih Opsi Menaikkan Subsidi BBM
Indro Bagus SU - detikfinance
Jakarta - Pemerintah lebih memilih opsi untuk menaikkan subsidi BBM ketimbang untuk menaikkan harga bahan bakar minyak dalam negeri. ( dro / ddn )
Pemerintah Pilih Opsi Menaikkan Subsidi BBM
Indro Bagus SU - detikfinance
Jakarta - Pemerintah lebih memilih opsi untuk menaikkan subsidi BBM ketimbang untuk menaikkan harga bahan bakar minyak dalam negeri. ( dro / ddn )
Komentar terkini (3 Komentar)
Dedi,
Emang Lu-lu pade gue pikirin,
Ngapain naikin BBM
Nyang penting khan, nama gue bagus
biar tahun depan gue kepilih lagi.
Salah loe sendiri nyang milih gua
mamat si pengamat,
Wahai pemerintah, lihat dong rakyat kita sudah mulai pada ngerti dan memahami semua bahwa subsidi yg salah kaprah itu tidak tepat. Jadi gak usah kuatir naikin harga BBM walaupun bertahap tapi pasti, Klo harga2 pada naik sementara gak apa2 nanti juga akan menyesuaikan sesuai prinsip pasar. Gak usah takut dicela sama lawan politik, justru ini penyelesaian masalah yg konkrit bisa dipertanggung jawabkan secara ekonomi dan akan memperbaiki ekonomi masyarakat krn hasl penghematan subsidi yg terarah akan menunjang rakyat dalam hal membantu masalah pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum lainnya.
KANCIL,
rakyat sekarang sudah biasa beli bbm mahal terutama yang didaerah2 walaupun disubsidi tapi harga mitan hampir sama dengan harga yg tidak disubsidi antri lagi, jadi oknum2 yg memanfaatkan selisih harga tidak bisa lagi
SILAKAN LOGIN MENGGUNAKAN DETIK-ID UNTUK BERKOMENTAR
Baca juga:
