Forum Finance
- Kunci Sukses Bisnis di Ta... freshwind
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Pengangguran Baru Jadi Fo... BayuDhirga
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 09/01/2009 18:05 WIB
Kewajiban L/C Hambat Transaksi dan Menambah Biaya Ekspor -
Jumat, 09/01/2009 16:44 WIB
Program PPN DTP Rawan Salah Target -
Jumat, 09/01/2009 16:30 WIB
JK: Harga BBM Pasti Turun -
Jumat, 09/01/2009 16:24 WIB
Pertamina Usul Konversi Minyak Tanah ke Solar dan Avtur -
Jumat, 09/01/2009 16:07 WIB
Anggaran PNPM Naik Jadi Rp 12 Triliun -
Jumat, 09/01/2009 15:55 WIB
Pemerintah Belum Bahas Ekspor Beras
Indeks Berita
Jumat, 09/05/2008 07:47 WIB
OPEC Katakan Tidak, Harga Minyak Naik Lagi
Irna Gustia - detikfinance
New York - Naik, naik ke puncak harga. Begitulah kondisi harga minyak mentah dunia saat ini. Gara-gara OPEC mengatakan tidak ada kekurangan pasokan, harga minyak langsung naik lagi. ( ir / ir )
1
OPEC Katakan Tidak, Harga Minyak Naik Lagi
Irna Gustia - detikfinance
New York - Naik, naik ke puncak harga. Begitulah kondisi harga minyak mentah dunia saat ini. Gara-gara OPEC mengatakan tidak ada kekurangan pasokan, harga minyak langsung naik lagi. ( ir / ir )
Komentar terkini (7 Komentar)
andi,
Arab sialan.. aji mumpung sementara orang miskin di dunia kelimpungan buat makan sehari2 gara2 minyak melonjak.. lihat saja nanti kalo konversi energi migas berhasil dilakukan.. sumpahin miskin luh pada!!
Devil,
Oil akhir tahun bakal ke 200 (over 60% gain in less than a year.. wow), ayo invest di oil rame2. INvestasi anda akan dipergunakan sebaik2nya utk menyebabkan kemiskinan di seluruh dunia dan akhirnya kelaparan dan kematian berjuta-juta manusia. Kami, setan2 di neraka akan sangat senang menerima kedatangan teman2 investor pada saatnya anda kiamat nanti.
maridjan,
Sebenarnya simpel aja...logikanya jika harga lagi bagus, untung lagi gede, ngapain juga nurunin profit margin. Sebagai negara pengekspor minyak, brarti perbandingan konsumsi dan produksi lebih gede produksi, ya jelas lebih banyak untungnya (kalo indonesia kan banyakan konsumsinya daripada produksinya, makanya nyaho).
Jadi sebenarnya kesalahan terbesar menurut saya bukan pada negara produsen minyak tsb, iya dong siapa yang gak doyan duit, cacat mental kali, emang duit itu sifatnya universal tidak mengenal SARA, sekali ijo ngeliat duit ya ijo, wakakakaka
Pengamat,
Sebenarnya simpel aja...logikanya cepat atau lambat keberadaan minyak akan semakin langka, dan semakin langka suatu barang maka nilainya tentu akan semakin mahal kan. Jadi sebenarnya kesalahan terbesar menurut saya bukan pada negara produsen minyak tsb, melainkan negara kita sendiri lah yang salah manajemennya selama ini yang sangat tergantung kepada pemakaian minyak itu sendiri...seharusnya kita lebih bijak memakai sumber energi selain minyak seperti air, angin, solar cell, gas bumi, dll dimana keberadaannya cukup berlimpah di negara kita. seharusnya pulalah negara kita tidak memfokuskan pembangunan ke sektor industri yang sebenarnya bukanlah kekuatan kita, melainkan fokus ke sektor pertanian dan industri turunannya...contohlah Thailand !!!
Nomad,
Setiap kali orang OPEC komentar dengan kata "TIDAK", harga minyak langsung naik. Mending org OPEC tutup aja bacot nya, kalo gak mau nolong turunin harga mending diam aja dari pada buka mulut malah tambah naekin harga. Apa mereka mau nunggu ada negara yg kolaps gara2 gak kuat beli minyak lagi yah baru kali mereka mau ngomong "IYA". Amerika gak bakal kenapa2 sekalipun minyak naek sampe $200, yg nyahok mah negara miskin dan berkembang model Indonesia ini. Dasar maruk.
yoi,
tul banget...kapitalis.
mereka hanya mikirin duit sendiri.. mana tuh yg namanya sesama muslim saling membantu. bullshit.
di sana lg butuh dibantu, skg di sini lagi butuh..yg di sana sebodo amat.
agama ya agama..soal perut ya beda lagi...
rian,
dasar kapitalis Arab! nyari untung terus, kalo mau "menghukum" Amerika bukan dengan begini dong caranya!
SILAKAN LOGIN MENGGUNAKAN DETIK-ID UNTUK BERKOMENTAR
Baca juga:
