Berita Lain

Indeks Berita

Jumat, 29/05/2009 11:44 WIB
Rizal Ramli: BLT Seperti 'Tensoplast'
Elvan Dany Sutrisno - detikfinance

Jakarta - Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli menilai kebijakan ekonomi pemerintahan SBY cenderung bersifat neoliberal. Salah satunya adalah kebijakan pemberian BLT yang dianggapnya menyerupai 'Tensoplast'. ( van / qom )
Komentar terkini (12 Komentar)
    Dodi Ganefo, Dulu waktu jadi mentri udh gatot gak ada prestasinya. Mau Capres...gak ada yang nyalonin. Mau galang partai kecil gak ada yg mau.........harusnya tepo seliro...dong...buru2 ganti kulit..terus awali dengan hal2 baik jangan ngumbar cangap yg gak jelas. Lagian DPD ngapain undang pembicara kayak gini bagusan ngundang Tukul ketahuan santunnya.....
    rIZAL RAMLIIIIIIta, Bung Rizal...soudara gakl usah banyak ngomong dech....klo ngerasa gak dapat dukungan rakyat utk jadi presiden.....dulu waktu jadi mentri kemane ajee.......gak ada hasilnya................buang2 energy gtu lho...
    Judi, Betul Zal, seperti tensoplast yang cocok untuk plester Bibirmu. Orang kalo ngomong bibirnya tidak terbuka, pasti orang culas, seculas RIZAL RAMLI. Kalao mo cari jabatan lagi jangan begitu.
    Harry raia, Ada ada aja rizal ramli,mkn aneh aja omonganya..
    negeri pengemis, daya beli masyarakat yg harus diperjuangkan. Jangan diteruskan memposisikan rakyat sendiri seperti pengemis tak berdaya...hanya berharap 100-200 rb tapi tak berdaya....
    dodot, Aduuuuh pak SBY piye kiiiii..................kapan negara kita maju, kalau kondisinya seperti ini......teman2 seperjuangan kalau memang bang Rizal Ramli bener ya jangan dikuya2.....itu namanya arogan.....sombong....takabur. .......bukankah pak SBY ngajari yg santun.................tapi karena terlalu santun, bapak kita ini jadi mudah disetir Washington,karena orangnya lemah,terlalu baik,kurang tegas.........jadi secara nggak langsung kita dijajah oleh ekonomi liberal....................... ....ya si neolib jahanam itu.........yuk kita jujur saja pilih pemimpin yang tegas,berani tantangan,tidak lamban,tidak clingus,tidak lemah,berlindung dibalik kesopanan,kesantunan.......... rakyat butuh pembanguanan yang cepat.......butuh kerja, bukan butuh BLT,..............ayo.....ayoo o..........jangan salah pilih presiden.
    gunawan, Aneh, mencampur aduk, kolonialisme (politik) dengan ekonomi (neoliberalisme)....Mekanisme Pasar mau tidak mau memang diterapkan, tetapi apakah ekonomi yang berdasar pasar yang diterapkan INdonesia serta merta adalah neolib? Jepang tidak ikut konsesus washington tetapi tetap memakai ekonomi pasar bukan? Ngaco neh orang!
    tsp, Biar kaya tensoplast, drpd dimakan semua sama pejabat. Omdo aja lo!
    Anto, Rizal ramli, ngaca dulu...baru memberi koment ama pemerintah....dulu aja engga becus kerja.....Bang istigfar jangan jelek-jelekin orang melulu
    Lazir, orang asal ngomong nihh kutipan nya :: "Neoliberal gampangannya sama dengan neokolonialisme, pasar ugal-ugalan, membiarkan asing menguasai ekonomi Indonesia, kita kehilangan kedaulatan ekonomi seperti Filipina," tutur Rizal Ramli yang ketika menjadi Menko Perekonomian pernah menandatangani LoI dengan IMF ini." TUUHH TANDA TANGAN DENGAN IMF. orang ngomong asal njeplak wae wong iki "Rizal"....dodol !!!

1




Baca juga: