Forum Finance
- Terbukti! Hacking ATM Bis... arysetiawan
- Pertumbuhan Jutawan Indon... gudel
- Keterlambatan penerbangan... Shiyi lang
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
- Kamis, 03/07/2008 19:10 WIB
Minyak Dekati US$ 150
APBN 2008 Terancam Jebol!
- Kamis, 03/07/2008 19:17 WIB
BI Rate Jangan Lebih 10% - Kamis, 03/07/2008 18:30 WIB
Pemerintah Siap Nego Ulang Seluruh Kontrak Pertambangan - Kamis, 03/07/2008 18:16 WIB
585.000 Hektar Lahan Pangan dan Biofuel Dibuka di Merauke - Kamis, 03/07/2008 18:11 WIB
Harga Minyak Menuju US$ 150 - Kamis, 03/07/2008 17:45 WIB
BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman
Indeks Berita
Senin, 25/09/2006 14:50 WIB
9 Perusahaan Garap Lahan Biofuel
Maryadi - detikFinance
Jakarta - Sembilan perusahaan akan menyediakan dan mengelola lahan untuk bahan baku bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel. Pemerintah melalui Departemen Pertanian juga telah menyiapkan lahan 1.720 hektar lahan di 14 provinsi.
"Deptan juga menyiapkan pembuatan kebun benih jarak pagar seluas 140 hektar di 14 provinsi dan penyediaan benih unggul di Pakuwon (Jabar), Muktiharjo (Jateng), dan Asem Bagus (Jatim)," ujar Ketua Timnas Pengembangan BBN Alhilal Hamdi saat RDP Komisi VII DPR di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (25/9/2006).
Kesembilan perusahaan yang saat ini mengembangkan lahan biofuel adalah:
1. RNI Group dengan pohon pagar jarak seluas 4.220 hektar jarak pagar
2. Molindo Raya dengan kebun singkong 500 hektar di Lampung
3. Bakrie dan Rekin dengan kebun kelapa sawit seluas 25.500 hektar di Jambi
4. Koperasi Pegawai Prov Lampung seluas 3.400 hektar
5. PT Amartha Trans Nusantara seluas 50 hektar di Kupang, NTT
6. PT Wilmar Bioenergy dengan kebun sawit seluas 150 ribu hektar di Riau dan Kaltim
7. PT AGB dengan Energy sawit dan jarak pagar seluas 300 ribu hektar di Maluku Utara
8. BPPT dengan kebun singkong seluas 650 hektar di Lampung
9. Quantum dengan kebun pagar jarak seluas 14,5 hektar.
Dalam rapat tersebut, rencana pemerintah menggeber biofuel mendapat tanggapan yang beragam. Misalnya saja kecaman yang datang dari anggota Komisi VII DPR Ade Daud Iswandi Nasution yang menilai, Keppres biofuel lebih banyak wacana politiknya.
"Kita lihat yang namanya tapioka saja nggak pernah berhasil. Jangan bandingkan dengan Brasil, dia bisa kembangkan sekian juta hektar dalam waktu beberapa tahun karena dia mekanik. Kita perorangan. Jangan terburu-buru," ujarnya.
"Kita setuju biofuel harus jalan tapi jangan terlalu ambisi," cetusnya.
Anggota Komisi VII lainnya Dito Ganinduto punya arguemen lain. Menurutnya, jika pengembangan biofuel bisa tercapai akan menghasilkan penghematan yang besar.
"Kami dukung program ini. Tapi mohon perhatikan scheme of finance-nya karena ini tidak akan bisa jalan tanpa anggaran," ungkapnya.
( qom / qom )
9 Perusahaan Garap Lahan Biofuel
Maryadi - detikFinance
Jakarta - Sembilan perusahaan akan menyediakan dan mengelola lahan untuk bahan baku bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel. Pemerintah melalui Departemen Pertanian juga telah menyiapkan lahan 1.720 hektar lahan di 14 provinsi.
"Deptan juga menyiapkan pembuatan kebun benih jarak pagar seluas 140 hektar di 14 provinsi dan penyediaan benih unggul di Pakuwon (Jabar), Muktiharjo (Jateng), dan Asem Bagus (Jatim)," ujar Ketua Timnas Pengembangan BBN Alhilal Hamdi saat RDP Komisi VII DPR di Gedung DPR/MPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (25/9/2006).
Kesembilan perusahaan yang saat ini mengembangkan lahan biofuel adalah:
1. RNI Group dengan pohon pagar jarak seluas 4.220 hektar jarak pagar
2. Molindo Raya dengan kebun singkong 500 hektar di Lampung
3. Bakrie dan Rekin dengan kebun kelapa sawit seluas 25.500 hektar di Jambi
4. Koperasi Pegawai Prov Lampung seluas 3.400 hektar
5. PT Amartha Trans Nusantara seluas 50 hektar di Kupang, NTT
6. PT Wilmar Bioenergy dengan kebun sawit seluas 150 ribu hektar di Riau dan Kaltim
7. PT AGB dengan Energy sawit dan jarak pagar seluas 300 ribu hektar di Maluku Utara
8. BPPT dengan kebun singkong seluas 650 hektar di Lampung
9. Quantum dengan kebun pagar jarak seluas 14,5 hektar.
Dalam rapat tersebut, rencana pemerintah menggeber biofuel mendapat tanggapan yang beragam. Misalnya saja kecaman yang datang dari anggota Komisi VII DPR Ade Daud Iswandi Nasution yang menilai, Keppres biofuel lebih banyak wacana politiknya.
"Kita lihat yang namanya tapioka saja nggak pernah berhasil. Jangan bandingkan dengan Brasil, dia bisa kembangkan sekian juta hektar dalam waktu beberapa tahun karena dia mekanik. Kita perorangan. Jangan terburu-buru," ujarnya.
"Kita setuju biofuel harus jalan tapi jangan terlalu ambisi," cetusnya.
Anggota Komisi VII lainnya Dito Ganinduto punya arguemen lain. Menurutnya, jika pengembangan biofuel bisa tercapai akan menghasilkan penghematan yang besar.
"Kami dukung program ini. Tapi mohon perhatikan scheme of finance-nya karena ini tidak akan bisa jalan tanpa anggaran," ungkapnya.
( qom / qom )



