Forum Finance
- Terbukti! Hacking ATM Bis... arysetiawan
- Pertumbuhan Jutawan Indon... gudel
- Keterlambatan penerbangan... Shiyi lang
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
- Kamis, 03/07/2008 19:10 WIB
Minyak Dekati US$ 150
APBN 2008 Terancam Jebol!
- Kamis, 03/07/2008 19:17 WIB
BI Rate Jangan Lebih 10% - Kamis, 03/07/2008 18:30 WIB
Pemerintah Siap Nego Ulang Seluruh Kontrak Pertambangan - Kamis, 03/07/2008 18:16 WIB
585.000 Hektar Lahan Pangan dan Biofuel Dibuka di Merauke - Kamis, 03/07/2008 18:11 WIB
Harga Minyak Menuju US$ 150 - Kamis, 03/07/2008 17:45 WIB
BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman
Indeks Berita
Minggu, 20/04/2008 14:12 WIB
Mei, Harga Rata-rata Beras Capai Rp 5.000/kg
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Beras
Jakarta - Rata-rata harga beras nasional diprediksi akan terus menanjak dan mencapai posisi tertingginya tahun ini pada Mei di level Rp 5.000/kg. Posisi ini naik sekitar 10% dari harga saat ini yang sekitar Rp 4.600/kg.
Namun pengamat beras Husein Sawit menjelaskan, harga riil beras di tingkatan konsumen bisa berbeda-beda di tiap daerah. "Mungkin di Ambon atau Maluku yang transportasinya susah bisa mencapai Rp 6.000-6.500/kg. Karena biaya transportasi ke sana mahal," kata dia ketika dihubungi detikFinance, Minggu (20/4/2008).
Kenaikan harga ini terutama dipicu pernyataan pemerintah mengenai kenaikan harga patokan pembelian (HPP) dalam waktu dekat. Hal ini membuat para tengkulak berebut membeli gabah dari petani sehingga harga di tingkatan petani pun mengalami kenaikan.
Selain itu, kenaikan harga beras ini juga disebabkan permintaan dunia yang meningkat, sementara beberapa negara pengekspor justru mengetatkan ekspor berasnya. "Belum ada kenaikan harga seperti sekarang. Pada Februari ke Maret naik US$ 100/ton, begitu juga Maret ke April. Susah diramalkan sampai, karena permintaan terus naik, sementara masing-masing negara mengatasi ekspor," tambah Husein.
Untuk tingkatan konsumen dalam negeri, harga rata-rata nasional tertinggi yang pernah tercapai pada tahun ini hanya sekitar Rp 4.300-4.400/kg untuk kelas menengah. Jadi jika Rp 5.000/kg terjadi, maka akan jadi harga tertinggi.
Sementara untuk harga gabah di tingkatan petani, diperkirakan akan menjadi Rp 2.300-2.400/kg.
Faktor lain pemicu tingginya harga beras bulan depan adalah cuaca yang membaik untuk menjemur beras dan perdagangan antarpulau yang meningkat, terutama ke Kalimantan. ( lih / asy )
Mei, Harga Rata-rata Beras Capai Rp 5.000/kg
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Beras
Namun pengamat beras Husein Sawit menjelaskan, harga riil beras di tingkatan konsumen bisa berbeda-beda di tiap daerah. "Mungkin di Ambon atau Maluku yang transportasinya susah bisa mencapai Rp 6.000-6.500/kg. Karena biaya transportasi ke sana mahal," kata dia ketika dihubungi detikFinance, Minggu (20/4/2008).
Kenaikan harga ini terutama dipicu pernyataan pemerintah mengenai kenaikan harga patokan pembelian (HPP) dalam waktu dekat. Hal ini membuat para tengkulak berebut membeli gabah dari petani sehingga harga di tingkatan petani pun mengalami kenaikan.
Selain itu, kenaikan harga beras ini juga disebabkan permintaan dunia yang meningkat, sementara beberapa negara pengekspor justru mengetatkan ekspor berasnya. "Belum ada kenaikan harga seperti sekarang. Pada Februari ke Maret naik US$ 100/ton, begitu juga Maret ke April. Susah diramalkan sampai, karena permintaan terus naik, sementara masing-masing negara mengatasi ekspor," tambah Husein.
Untuk tingkatan konsumen dalam negeri, harga rata-rata nasional tertinggi yang pernah tercapai pada tahun ini hanya sekitar Rp 4.300-4.400/kg untuk kelas menengah. Jadi jika Rp 5.000/kg terjadi, maka akan jadi harga tertinggi.
Sementara untuk harga gabah di tingkatan petani, diperkirakan akan menjadi Rp 2.300-2.400/kg.
Faktor lain pemicu tingginya harga beras bulan depan adalah cuaca yang membaik untuk menjemur beras dan perdagangan antarpulau yang meningkat, terutama ke Kalimantan. ( lih / asy )
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



