Forum Finance
- Terbukti! Hacking ATM Bis... arysetiawan
- Pertumbuhan Jutawan Indon... gudel
- Keterlambatan penerbangan... Shiyi lang
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
- Kamis, 03/07/2008 19:10 WIB
Minyak Dekati US$ 150
APBN 2008 Terancam Jebol!
- Kamis, 03/07/2008 19:17 WIB
BI Rate Jangan Lebih 10% - Kamis, 03/07/2008 18:30 WIB
Pemerintah Siap Nego Ulang Seluruh Kontrak Pertambangan - Kamis, 03/07/2008 18:16 WIB
585.000 Hektar Lahan Pangan dan Biofuel Dibuka di Merauke - Kamis, 03/07/2008 18:11 WIB
Harga Minyak Menuju US$ 150 - Kamis, 03/07/2008 17:45 WIB
BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman
Indeks Berita
Selasa, 06/05/2008 10:21 WIB
BBM Naik, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 3 Juta Orang
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

KK Miskin (Pemda Tanah Datar)
Jakarta - Kenaikan harga BBM akan memukul penduduk miskin di Indonesia. Angka kemiskinan diperkirakan akan bertambah sekitar 3 juta orang jika harga BBM kembali naik tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR, Dradjad Wibowo ketika dihubungi detikFinance, Selasa (6/6/2008).
"Kalau harga BBM naik 30 persen, dengan melihat kondisi sekarang angka kemiskinan akan bertambah sekitar 3 jutaan," ujarnya.
Menurut survei Badan Pusat Statistik jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2007 sebesar 37,17 juta atau sebanyak 16,58 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Jumlah penduduk miskin akan bertambah karena saat ini masyarakat Indonesia tengah bergelut dengan kenaikan harga bahan pangan pokok, jika ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM maka jumlah penduduk miskin pun akan melonjak drastis.
"Jadi dampaknya sudah pasti, dengan dua kenaikan harga itu yakni harga pangan dan harga BBM penduduk miskin akan meningkat drastis," ujarnya.
Pemerintah menurut Dradjad terlalu berpikiran sempit dengan menaikkan harga BBM. Pemerintah hanya mempertimbangkan dampak kenaikan harga minyak terhadap anggaran APBN.
Dradjad menilai pemerintah tak memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat luas seperti masyarakat berpenghasilan tetap seperti karyawan, buruh, usaha kecil menengah, pedagang, toko kelontong, warung dan sektor informal. Dunia usaha juga diperkirakan akan mengalami kesulitan dengan adanya kenaikan BBM.
Menko Perekonomian Boediono sebelumnya mengatakan, kenaikan harga BBM sebenarnya lebih merupakan relokasi subsidi. Adanya kenaikan harga BBM akan dikompensasi dengan pemberian bantuan kepada masyarakat miskin.
"Dengan sistem ini, kita geser alokasi masuk ke kelompok miskin yang tujuan akhirnya adalah memberkuat APBN," kata Boediono sebelumnya.
Apakah bentuk pemberian kompensasi mirip program Bantuan Langsung Tunai(BLT) yang pernah diberikan beberapa waktu lalu, pemerintah belum memutuskannya.
( ddn / qom )
BBM Naik, Jumlah Penduduk Miskin Bertambah 3 Juta Orang
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

KK Miskin (Pemda Tanah Datar)
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR, Dradjad Wibowo ketika dihubungi detikFinance, Selasa (6/6/2008).
"Kalau harga BBM naik 30 persen, dengan melihat kondisi sekarang angka kemiskinan akan bertambah sekitar 3 jutaan," ujarnya.
Menurut survei Badan Pusat Statistik jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada dibawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada bulan Maret 2007 sebesar 37,17 juta atau sebanyak 16,58 persen dari jumlah penduduk Indonesia.
Jumlah penduduk miskin akan bertambah karena saat ini masyarakat Indonesia tengah bergelut dengan kenaikan harga bahan pangan pokok, jika ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM maka jumlah penduduk miskin pun akan melonjak drastis.
"Jadi dampaknya sudah pasti, dengan dua kenaikan harga itu yakni harga pangan dan harga BBM penduduk miskin akan meningkat drastis," ujarnya.
Pemerintah menurut Dradjad terlalu berpikiran sempit dengan menaikkan harga BBM. Pemerintah hanya mempertimbangkan dampak kenaikan harga minyak terhadap anggaran APBN.
Dradjad menilai pemerintah tak memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat luas seperti masyarakat berpenghasilan tetap seperti karyawan, buruh, usaha kecil menengah, pedagang, toko kelontong, warung dan sektor informal. Dunia usaha juga diperkirakan akan mengalami kesulitan dengan adanya kenaikan BBM.
Menko Perekonomian Boediono sebelumnya mengatakan, kenaikan harga BBM sebenarnya lebih merupakan relokasi subsidi. Adanya kenaikan harga BBM akan dikompensasi dengan pemberian bantuan kepada masyarakat miskin.
"Dengan sistem ini, kita geser alokasi masuk ke kelompok miskin yang tujuan akhirnya adalah memberkuat APBN," kata Boediono sebelumnya.
Apakah bentuk pemberian kompensasi mirip program Bantuan Langsung Tunai(BLT) yang pernah diberikan beberapa waktu lalu, pemerintah belum memutuskannya.
( ddn / qom )
Komentar terkini (13 Komentar)



