Forum Finance
- Terbukti! Hacking ATM Bis... arysetiawan
- Pertumbuhan Jutawan Indon... gudel
- Keterlambatan penerbangan... Shiyi lang
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
- Kamis, 03/07/2008 19:10 WIB
Minyak Dekati US$ 150
APBN 2008 Terancam Jebol!
- Kamis, 03/07/2008 19:17 WIB
BI Rate Jangan Lebih 10% - Kamis, 03/07/2008 18:30 WIB
Pemerintah Siap Nego Ulang Seluruh Kontrak Pertambangan - Kamis, 03/07/2008 18:16 WIB
585.000 Hektar Lahan Pangan dan Biofuel Dibuka di Merauke - Kamis, 03/07/2008 18:11 WIB
Harga Minyak Menuju US$ 150 - Kamis, 03/07/2008 17:45 WIB
BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman
Indeks Berita
Selasa, 06/05/2008 17:19 WIB
Kenaikan BI Rate Rasional
Wahyu Daniel - detikFinance

Boediono (dnl)
Jakarta - Pemerintah menyambut baik keputusan Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan BI Rate ke level 8,25 persen. Pemerintah menilai kebijakan BI itu sangat rasional di tengah tekanan inflasi.
"Sebab BI mampu melihat perkembangan inflasi yang naik cukup tinggi jadi apa yang diputuskan tersebut tampaknya rasional," ujar Menko Perekonomian Boediono usai Musrenbangnas 2008 di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
Boediono mengatakan inflasi ke depan tekanannya masih tetap akan tinggi, akan tetapi pemerintah berupaya untuk menjaga agar level inflasi di akhir tahun tidak melenceng jauh dari APBNP sebesar 6,5 persen.
Namun Boediono mengaku belum mengetahui persis berapa tekanan inflasi yang akan terjadi akibat kenaikan BBM.
"Namun pemerintah akan mencermati setiap perkembangan eksternal yang terjadi, jadi kita belum tahu berapa inflasinya," ujarnya.
( ddn / ir )
Kenaikan BI Rate Rasional
Wahyu Daniel - detikFinance

Boediono (dnl)
"Sebab BI mampu melihat perkembangan inflasi yang naik cukup tinggi jadi apa yang diputuskan tersebut tampaknya rasional," ujar Menko Perekonomian Boediono usai Musrenbangnas 2008 di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
Boediono mengatakan inflasi ke depan tekanannya masih tetap akan tinggi, akan tetapi pemerintah berupaya untuk menjaga agar level inflasi di akhir tahun tidak melenceng jauh dari APBNP sebesar 6,5 persen.
Namun Boediono mengaku belum mengetahui persis berapa tekanan inflasi yang akan terjadi akibat kenaikan BBM.
"Namun pemerintah akan mencermati setiap perkembangan eksternal yang terjadi, jadi kita belum tahu berapa inflasinya," ujarnya.
( ddn / ir )
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk



