Forum Finance
- Terbukti! Hacking ATM Bis... arysetiawan
- Pertumbuhan Jutawan Indon... gudel
- Keterlambatan penerbangan... Shiyi lang
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
- Kamis, 03/07/2008 19:10 WIB
Minyak Dekati US$ 150
APBN 2008 Terancam Jebol!
- Kamis, 03/07/2008 19:17 WIB
BI Rate Jangan Lebih 10% - Kamis, 03/07/2008 18:30 WIB
Pemerintah Siap Nego Ulang Seluruh Kontrak Pertambangan - Kamis, 03/07/2008 18:16 WIB
585.000 Hektar Lahan Pangan dan Biofuel Dibuka di Merauke - Kamis, 03/07/2008 18:11 WIB
Harga Minyak Menuju US$ 150 - Kamis, 03/07/2008 17:45 WIB
BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman
Indeks Berita
Jumat, 09/05/2008 16:58 WIB
Permintaan BBM Naik Hingga 18%
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Pelayanan di SPBU (mar)
Jakarta - Pertamina mencatat adanya kenaikan permintaan BBM di SPBU-SPBU sebesar 5-18% dalam seminggu terakhir. Kenaikan permintaan tertinggi terjadi di Surabaya.
"Memang terjadi peningkatan dalam seminggu ini," kata VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro yang ditemui di kantor Pertamina, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Berdasarkan data Pertamina dari laporan daerah-daerah, terjadi peningkatan penjualan BBM di SPBU sebagai berikut : Medan (Premium (P)/Solar(S) = 7%), Palembang (P/S = 6%), Jakarta (P = 15% / S = 5%), Semarang (P/S = 10%), Surabaya (P/S = 18%), Balikpapan (P/S = 10%), Makasar (P/S = 5%).
"Rata-rata nasional penjualan normal per hari Premium 50.000 KL dan Solar 37.000 KL," katanya.
Sementara Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya ketika ditemui di Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (9/5/2008) mengakui adanya kenaikan konsumsi tersebut. Ia mengakui, kenaikan ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
"Masyarakat kan begitu. Kalau bisa, malah pakai ember belinya. Tapi sudah kita kendalikan. Kita akan batasi," katanya.
Permintaan yang tidak wajar dari SPBU pun akan diawasi. Misalnya jika biasanya suatu SPBU hanya meminta 20 kiloliter, maka perlu dicurigai kalau tiba-tiba minta 40 kiloliter.
"Hal seperti itu akan kita cek dulu. Referensinya data enam bulan terakhir hariannya berapa. Kalau tiba-tiba naik, itu akan kita cek dulu, kenapa naik," katanya.
Pertamina juga berkoordinasi dengan pemda di daerah setempat dan Polda untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerusuhan.
Menurut Hanung, meski konsumsi meningkat, seharusnya tidak terjadi kelangkaan karena banyak yang sudah membeli BBM dan menyimpannya.
Ia juga mengakui, dengan kebutuhan yang bertambah ini akan diperlukan premium tambahan, termasuk dari impor.
"Premium adalah tambahan. Tapi saya gak mau ngomong dulu nanti naik lagi harga premium di pasaran," katanya.
Sementara data dari Pertamina menunjukkan realisasi konsumsi bulan April 2008 untuk premium sebesar 1.606.302 kiloliter, minyak tanah sebesar 739.683 kiloliter, solar 1.011.163 kiloliter.
Sementara konsumsi Maret untuk premium sebesar 1.579.620 kiloliter, minyak tanah 719.390 kiloliter, solar 944.152 kiloliter.
( lih / qom )
Permintaan BBM Naik Hingga 18%
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Pelayanan di SPBU (mar)
"Memang terjadi peningkatan dalam seminggu ini," kata VP Komunikasi Pertamina Wisnuntoro yang ditemui di kantor Pertamina, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Berdasarkan data Pertamina dari laporan daerah-daerah, terjadi peningkatan penjualan BBM di SPBU sebagai berikut : Medan (Premium (P)/Solar(S) = 7%), Palembang (P/S = 6%), Jakarta (P = 15% / S = 5%), Semarang (P/S = 10%), Surabaya (P/S = 18%), Balikpapan (P/S = 10%), Makasar (P/S = 5%).
"Rata-rata nasional penjualan normal per hari Premium 50.000 KL dan Solar 37.000 KL," katanya.
Sementara Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya ketika ditemui di Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (9/5/2008) mengakui adanya kenaikan konsumsi tersebut. Ia mengakui, kenaikan ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan rencana kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.
"Masyarakat kan begitu. Kalau bisa, malah pakai ember belinya. Tapi sudah kita kendalikan. Kita akan batasi," katanya.
Permintaan yang tidak wajar dari SPBU pun akan diawasi. Misalnya jika biasanya suatu SPBU hanya meminta 20 kiloliter, maka perlu dicurigai kalau tiba-tiba minta 40 kiloliter.
"Hal seperti itu akan kita cek dulu. Referensinya data enam bulan terakhir hariannya berapa. Kalau tiba-tiba naik, itu akan kita cek dulu, kenapa naik," katanya.
Pertamina juga berkoordinasi dengan pemda di daerah setempat dan Polda untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kerusuhan.
Menurut Hanung, meski konsumsi meningkat, seharusnya tidak terjadi kelangkaan karena banyak yang sudah membeli BBM dan menyimpannya.
Ia juga mengakui, dengan kebutuhan yang bertambah ini akan diperlukan premium tambahan, termasuk dari impor.
"Premium adalah tambahan. Tapi saya gak mau ngomong dulu nanti naik lagi harga premium di pasaran," katanya.
Sementara data dari Pertamina menunjukkan realisasi konsumsi bulan April 2008 untuk premium sebesar 1.606.302 kiloliter, minyak tanah sebesar 739.683 kiloliter, solar 1.011.163 kiloliter.
Sementara konsumsi Maret untuk premium sebesar 1.579.620 kiloliter, minyak tanah 719.390 kiloliter, solar 944.152 kiloliter.
( lih / qom )



