Forum Finance
- Adakan Thread untuk Onlin... jadulan
- Menteri Ekonomi Impian an... Shiyi lang
- Kinerja Ekonomi SBY... Shiyi lang
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
- Sabtu, 17/05/2008 10:35 WIB
Kartu BLT Sudah Dibagikan ke RTM Sejak 16 Mei
- Jumat, 16/05/2008 20:13 WIB
Pramono: Indonesia Gagap dengan Persoalan Seremonial - Jumat, 16/05/2008 19:13 WIB
Penjualan Udang CP Prima Capai Rp 2,395 Triliun - Jumat, 16/05/2008 18:22 WIB
Jaya Konstruksi Bagi Dividen Rp 8,5 Per Lembar - Jumat, 16/05/2008 18:16 WIB
Konversi Elpiji di DKI Selesai - Jumat, 16/05/2008 18:03 WIB
United Tractors Tingkatkan Distribusi Alat Berat Tambang
Indeks Berita
Jumat, 09/05/2008 17:03 WIB
Temasek Cs Kalah Lawan KPPU di Pengadilan
Suhendra - detikFinance

Gedung Temasek (ist)
Jakarta - Upaya Temasek Cs melawan putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) soal monopoli akhirnya kalah di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hakim justru memberikan hukuman yang lebih berat ke Temasek.
Putusan kasus Temasek versus KPPU itu dibacakan oleh Hakim Ketua Andreani Nurdin dengan dua anggota hakim Heru Parno dan Zulfahmi, di gedung PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Sembilan pelapor yang mengajukan banding putusan KPPU ke PN Jakpus adalah Temasek Holdings Pte. Ltd, Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd, STT Communications Ltd, Asia Mobile Holding Company Pte. Ltd, Asia Mobile Holdings Pte, Indonesia Communications Limited, Indonesia Communications Pte, Singapore Telecommunications Ltd, dan Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd.
Satu lagi yang mengajukan keberatan adalah PT Telkomsel.
Keputusan hakim tersebut adalah:
Pertama, PN Jakarta Pusat memutuskan pada Temasek dan 8 anak usahanya terbukti melanggar pasal 27 a UU no 5 tahun 1999 tentang persaingan usaha tidak sehat.
Kedua, memutuskan kepada Telkomsel tidak melanggar pasar 25 b UU No 5 tahun 1999.
Ketiga, memutuskan kepada Telkomsel melanggar pasal 17 ayat 1 UU No 5 tahun 1999.
Keempat, memutuskan kepada Temasek dan 8 anak usahanya untuk menghentikan kepemilikan sahamnya di Telkomsel dengan cara melepas salah satu perusahaannya antara Telkomsel atau Indosat dalam waktu 12 bulan atau mengurangi kepemilikan masing-masing sahamnya di Telkom atau Indosat sebesar 50% dari jumlah saham dalam waktu 12 bulan terhitung sejak diputuskan ini.
Kelima, memerintahkan kepada Temasek dan 8 anak usahanya untuk memutuskan perusahaan yang akan dilepas kepemilikan sahamnya, serta melepas hak suara dan hak mengangkat direksi dan komisrais pada salah satu perusahaan yang akan dilepas yaitu Telkomsel atau Indosat dengan dilepas secara keseluruhan atau mengurangi kepemilikan saham masing-masing 50% di Telkomsel dan Indosat.
Keenam:
a. Pelepasan kepemilikan saham maksimal 10% saham dari yang dilepaskan
b. Pembeli tidak boleh terafiliasi dengan Temasek dan lapangan perusahaan bisa dalam bentuk apapun
Ketujuh, menghukum Temasek dan 8 anak usahanya masing-masing denda Rp 15 miliar.
Kedelapan, menghukum Telkomsel denda Rp Rp 15 miliar.
Kesembilan, menghukum pemohon perkara sebesar Rp 17.809.000
Sedangkan keputusan KPPU agar Telkomsel mengurangi tarif 15% tidak terbukti secara teknis sehingga tidak dikabulkan.
Kasubdit investigasi KPPU Mohammad Reza mengatakan keputusan ini lebih keras dari keputusan KPPU mengenai naik banding kita bicarakan lagi.
Sementara pengacara STT, Lucas mengatakan akan banding ke MA dan menilai putusan ini makin memperburuk citra investasi di Indonesia.
Sedangkan pengacara KPPU Muhammd Muklas mengatakan dengan adanya keputusan ini justru menambah kepastian investor berinvestasi di Indonesia tentang persaingan usaha yang tidak sehat. ( qom )
Temasek Cs Kalah Lawan KPPU di Pengadilan
Suhendra - detikFinance

Gedung Temasek (ist)
Putusan kasus Temasek versus KPPU itu dibacakan oleh Hakim Ketua Andreani Nurdin dengan dua anggota hakim Heru Parno dan Zulfahmi, di gedung PN Jakpus, Jalan Gajah Mada, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Sembilan pelapor yang mengajukan banding putusan KPPU ke PN Jakpus adalah Temasek Holdings Pte. Ltd, Singapore Technologies Telemedia Pte. Ltd, STT Communications Ltd, Asia Mobile Holding Company Pte. Ltd, Asia Mobile Holdings Pte, Indonesia Communications Limited, Indonesia Communications Pte, Singapore Telecommunications Ltd, dan Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd.
Satu lagi yang mengajukan keberatan adalah PT Telkomsel.
Keputusan hakim tersebut adalah:
Pertama, PN Jakarta Pusat memutuskan pada Temasek dan 8 anak usahanya terbukti melanggar pasal 27 a UU no 5 tahun 1999 tentang persaingan usaha tidak sehat.
Kedua, memutuskan kepada Telkomsel tidak melanggar pasar 25 b UU No 5 tahun 1999.
Ketiga, memutuskan kepada Telkomsel melanggar pasal 17 ayat 1 UU No 5 tahun 1999.
Keempat, memutuskan kepada Temasek dan 8 anak usahanya untuk menghentikan kepemilikan sahamnya di Telkomsel dengan cara melepas salah satu perusahaannya antara Telkomsel atau Indosat dalam waktu 12 bulan atau mengurangi kepemilikan masing-masing sahamnya di Telkom atau Indosat sebesar 50% dari jumlah saham dalam waktu 12 bulan terhitung sejak diputuskan ini.
Kelima, memerintahkan kepada Temasek dan 8 anak usahanya untuk memutuskan perusahaan yang akan dilepas kepemilikan sahamnya, serta melepas hak suara dan hak mengangkat direksi dan komisrais pada salah satu perusahaan yang akan dilepas yaitu Telkomsel atau Indosat dengan dilepas secara keseluruhan atau mengurangi kepemilikan saham masing-masing 50% di Telkomsel dan Indosat.
Keenam:
a. Pelepasan kepemilikan saham maksimal 10% saham dari yang dilepaskan
b. Pembeli tidak boleh terafiliasi dengan Temasek dan lapangan perusahaan bisa dalam bentuk apapun
Ketujuh, menghukum Temasek dan 8 anak usahanya masing-masing denda Rp 15 miliar.
Kedelapan, menghukum Telkomsel denda Rp Rp 15 miliar.
Kesembilan, menghukum pemohon perkara sebesar Rp 17.809.000
Sedangkan keputusan KPPU agar Telkomsel mengurangi tarif 15% tidak terbukti secara teknis sehingga tidak dikabulkan.
Kasubdit investigasi KPPU Mohammad Reza mengatakan keputusan ini lebih keras dari keputusan KPPU mengenai naik banding kita bicarakan lagi.
Sementara pengacara STT, Lucas mengatakan akan banding ke MA dan menilai putusan ini makin memperburuk citra investasi di Indonesia.
Sedangkan pengacara KPPU Muhammd Muklas mengatakan dengan adanya keputusan ini justru menambah kepastian investor berinvestasi di Indonesia tentang persaingan usaha yang tidak sehat. ( qom )
Komentar terkini (4 Komentar)



