Forum Finance
- Adakan Thread untuk Onlin... jadulan
- Menteri Ekonomi Impian an... Shiyi lang
- Kinerja Ekonomi SBY... Shiyi lang
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
- Sabtu, 17/05/2008 11:15 WIB
Hemat BBM di Jabodetabek Ditargetkan 5 Juta Kiloliter
- Sabtu, 17/05/2008 11:08 WIB
Suzuki Luncurkan Versi SX4 CKD - Sabtu, 17/05/2008 11:07 WIB
Pemerintah Siap Ajukan Perubahan APBN 2008 Lagi - Jumat, 16/05/2008 20:13 WIB
Pramono: Indonesia Gagap dengan Persoalan Seremonial - Jumat, 16/05/2008 19:13 WIB
Penjualan Udang CP Prima Capai Rp 2,395 Triliun - Jumat, 16/05/2008 18:22 WIB
Jaya Konstruksi Bagi Dividen Rp 8,5 Per Lembar
Indeks Berita
Jumat, 09/05/2008 17:36 WIB
Rupiah Menguat Lumayan
Irna Gustia - detikFinance
Jakarta - Rupiah menguat tajam di akhir pekan ini karena ada campur tangan bank sentral yang masuk ke pasar. Rupiah mencoba melawan sentimen negatif inflasi yang terus merundung pasar.
Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Jumat (9/5/2008) rupiah menguat 25 poin ke posisi 9.235 per dolar AS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A Sarwono mengatakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang masih menggunakan sistem nilai tukar fleksibel, BI akan menyesuaikan dengan permintaan dan penawaran rupiah di pasar.
"Namun kita harus tahu bahwa demand valuta asing itu selalu meningkat dari waktu ke waktu khususnya untuk mengimpor minyak dan pangan. Oleh karena itu BI akan melihat apabila terjadi shock kekurangan suplai maka kita akan masuk ke pasar sehingga bisa meredam fluktuasi dari nilai tukar. Sebetulnya saya sangat happy dengan perkembangan nilai tukar saat ini yang masih cukup baik," ujarnya.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A Sarwono usai menghadiri acara Kuliah Umum dengan Bill Gates, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Sementara mata uang regional ditutup bervariasi terhadap dolar AS seperti dolar Hong Kong turun 0,02%, rupee India menguat 0,14%, yen Jepang menguat 0,77%, won Korea melemah 0,35%, peso Filipina melemah 0,26%, dolar Singapura menguat 0,47%, bath Thailand melemah 0,18% dan dolar Taiwan menguat 0,61%. ( ir / qom )
Rupiah Menguat Lumayan
Irna Gustia - detikFinance
Jakarta - Rupiah menguat tajam di akhir pekan ini karena ada campur tangan bank sentral yang masuk ke pasar. Rupiah mencoba melawan sentimen negatif inflasi yang terus merundung pasar.
Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Jumat (9/5/2008) rupiah menguat 25 poin ke posisi 9.235 per dolar AS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A Sarwono mengatakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang masih menggunakan sistem nilai tukar fleksibel, BI akan menyesuaikan dengan permintaan dan penawaran rupiah di pasar.
"Namun kita harus tahu bahwa demand valuta asing itu selalu meningkat dari waktu ke waktu khususnya untuk mengimpor minyak dan pangan. Oleh karena itu BI akan melihat apabila terjadi shock kekurangan suplai maka kita akan masuk ke pasar sehingga bisa meredam fluktuasi dari nilai tukar. Sebetulnya saya sangat happy dengan perkembangan nilai tukar saat ini yang masih cukup baik," ujarnya.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A Sarwono usai menghadiri acara Kuliah Umum dengan Bill Gates, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Sementara mata uang regional ditutup bervariasi terhadap dolar AS seperti dolar Hong Kong turun 0,02%, rupee India menguat 0,14%, yen Jepang menguat 0,77%, won Korea melemah 0,35%, peso Filipina melemah 0,26%, dolar Singapura menguat 0,47%, bath Thailand melemah 0,18% dan dolar Taiwan menguat 0,61%. ( ir / qom )



