Forum Finance
- Adakan Thread untuk Onlin... jadulan
- Menteri Ekonomi Impian an... Shiyi lang
- Kinerja Ekonomi SBY... Shiyi lang
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
- Sabtu, 17/05/2008 13:24 WIB
Harga Minyak Rekor Baru, Dekati Level US$ 128
- Sabtu, 17/05/2008 11:15 WIB
Hemat BBM di Jabodetabek Ditargetkan 5 Juta Kiloliter - Sabtu, 17/05/2008 11:08 WIB
Suzuki Luncurkan Versi SX4 CKD - Sabtu, 17/05/2008 11:07 WIB
Pemerintah Siap Ajukan Perubahan APBN 2008 Lagi - Sabtu, 17/05/2008 10:35 WIB
Kartu BLT Sudah Dibagikan ke RTM Sejak 16 Mei - Jumat, 16/05/2008 20:13 WIB
Pramono: Indonesia Gagap dengan Persoalan Seremonial
Indeks Berita
Jumat, 09/05/2008 18:19 WIB
Smart Card Dipasang di Mobil Pejabat ESDM dan BPH Migas
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Smart Card ala Iran (lh)
Jakarta - Program smart card akan mulai diuji coba dalam waktu dekat ini. Mobil-mobil dinas milik pejabat Departemen ESDM dan BPH Migas akan merasakan smart card terlebih dulu sebagai uji coba.
Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim menjelaskan, uji coba ini dilakukan untuk merasakan langsung bagaimana kehandalan dan kendala penerapan smart card.
"Sekarang sedang dipasang-pasang, dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan. Tapi baru kita-kita dulu, mungkin pejabat BPH Migas dan ESDM," katanya di Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Nantinya, kendaraan dinas ini hanya akan mendapat jatah BBM dengan nilai rupiah tertentu.
Dengan jatah ini, pejabat bebas menggunakannya untuk membeli produk BBM subsidi maupun non subsidi. Nominal jatah di smart card-nya sekitar Rp 500.000 per bulan.
"Jadi kalau misalkan kita pakai untuk beli premium 10 liter, berarti Rp 4.500 dikali 10 liter sama dengan Rp 45.000. Nanti dikurangi dari jatah itu, tinggal sisanya berapa," jelasnya.
Penggunaan jatah dengan nilai rupiah diakui akan lebih mudah, sehingga masyarakat bisa memilih produk apa yang ingin dibelinya.
SPBU yang akan melayani uji coba ini pun baru 6 SPBU saja. Yaitu SPBU di Jalan Sudirman, Kuningan, Warung Buncit, Tanah Abang, dan Cibubur. Pengguna smart card nantinya hanya diperbolehkan membeli BBM bersubsidi sesuai dengan kuota di smart card. Jika kuota BBM di kartu itu sudah habis, maka konsumen harus membeli BBM dengan harga pasar, bukan harga subsidi lagi. ( lih / ddn )
Smart Card Dipasang di Mobil Pejabat ESDM dan BPH Migas
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Smart Card ala Iran (lh)
Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim menjelaskan, uji coba ini dilakukan untuk merasakan langsung bagaimana kehandalan dan kendala penerapan smart card.
"Sekarang sedang dipasang-pasang, dalam waktu dekat sudah bisa dilakukan. Tapi baru kita-kita dulu, mungkin pejabat BPH Migas dan ESDM," katanya di Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Nantinya, kendaraan dinas ini hanya akan mendapat jatah BBM dengan nilai rupiah tertentu.
Dengan jatah ini, pejabat bebas menggunakannya untuk membeli produk BBM subsidi maupun non subsidi. Nominal jatah di smart card-nya sekitar Rp 500.000 per bulan.
"Jadi kalau misalkan kita pakai untuk beli premium 10 liter, berarti Rp 4.500 dikali 10 liter sama dengan Rp 45.000. Nanti dikurangi dari jatah itu, tinggal sisanya berapa," jelasnya.
Penggunaan jatah dengan nilai rupiah diakui akan lebih mudah, sehingga masyarakat bisa memilih produk apa yang ingin dibelinya.
SPBU yang akan melayani uji coba ini pun baru 6 SPBU saja. Yaitu SPBU di Jalan Sudirman, Kuningan, Warung Buncit, Tanah Abang, dan Cibubur. Pengguna smart card nantinya hanya diperbolehkan membeli BBM bersubsidi sesuai dengan kuota di smart card. Jika kuota BBM di kartu itu sudah habis, maka konsumen harus membeli BBM dengan harga pasar, bukan harga subsidi lagi. ( lih / ddn )
Komentar terkini (6 Komentar)



