Forum Finance
- Terbukti! Hacking ATM Bis... arysetiawan
- Pertumbuhan Jutawan Indon... gudel
- Keterlambatan penerbangan... Shiyi lang
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
- Kamis, 03/07/2008 19:10 WIB
Minyak Dekati US$ 150
APBN 2008 Terancam Jebol!
- Kamis, 03/07/2008 19:17 WIB
BI Rate Jangan Lebih 10% - Kamis, 03/07/2008 18:30 WIB
Pemerintah Siap Nego Ulang Seluruh Kontrak Pertambangan - Kamis, 03/07/2008 18:16 WIB
585.000 Hektar Lahan Pangan dan Biofuel Dibuka di Merauke - Kamis, 03/07/2008 18:11 WIB
Harga Minyak Menuju US$ 150 - Kamis, 03/07/2008 17:45 WIB
BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman
Indeks Berita
Jumat, 16/05/2008 16:16 WIB
Boediono: Perbankan Kini Lebih Baik Ketimbang Era 1997
Wahyu Daniel - detikFinance

Boediono (bdi)
Jakarta - Kondisi sektor perbankan di Indonesia dinilai jauh lebih baik, dibandingkan dengan kondisi bank pada saat krisis pada tahun 1997/1998. Oleh karena itu kondisi perbankan bisa menahan laju goncangan ekonomi yang terjadi.
Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Boediono dalam bincang-bincang bersama wartawan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
"Perbankan kita sudah jauh lebih baik dari tahun 97/98 dengan praktek-praktek yang dgunakan negara-negara yang lebih maju, risk management juga sudah meningkat," katanya.
Boediono mengatakan penguatan di sektor perbankan ini penting untuk membantu menahan guncangan ekonomi yang terjadi pada saat ini sehingga sektor keuangan lebih kuat.
"Itu harus jadi pelajaran yang terjadi di 1997/98, kelemahan utama kita di perbankan, seandainya perbankan kita seperti di Malaysia, kuat modalnya dan supervisinya itu bagus. Sekarang kita harus mengonsolidasikan bank dengan benar dan mantapkan," tuturnya.
( dnl / qom )
Boediono: Perbankan Kini Lebih Baik Ketimbang Era 1997
Wahyu Daniel - detikFinance

Boediono (bdi)
Hal ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Boediono dalam bincang-bincang bersama wartawan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
"Perbankan kita sudah jauh lebih baik dari tahun 97/98 dengan praktek-praktek yang dgunakan negara-negara yang lebih maju, risk management juga sudah meningkat," katanya.
Boediono mengatakan penguatan di sektor perbankan ini penting untuk membantu menahan guncangan ekonomi yang terjadi pada saat ini sehingga sektor keuangan lebih kuat.
"Itu harus jadi pelajaran yang terjadi di 1997/98, kelemahan utama kita di perbankan, seandainya perbankan kita seperti di Malaysia, kuat modalnya dan supervisinya itu bagus. Sekarang kita harus mengonsolidasikan bank dengan benar dan mantapkan," tuturnya.
( dnl / qom )



