Forum Finance
- Terbukti! Hacking ATM Bis... arysetiawan
- Pertumbuhan Jutawan Indon... gudel
- Keterlambatan penerbangan... Shiyi lang
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
- Kamis, 03/07/2008 19:10 WIB
Minyak Dekati US$ 150
APBN 2008 Terancam Jebol!
- Kamis, 03/07/2008 19:17 WIB
BI Rate Jangan Lebih 10% - Kamis, 03/07/2008 18:30 WIB
Pemerintah Siap Nego Ulang Seluruh Kontrak Pertambangan - Kamis, 03/07/2008 18:16 WIB
585.000 Hektar Lahan Pangan dan Biofuel Dibuka di Merauke - Kamis, 03/07/2008 18:11 WIB
Harga Minyak Menuju US$ 150 - Kamis, 03/07/2008 17:45 WIB
BI Rate Naik, Industri Pembiayaan Mobil Aman
Indeks Berita
Sabtu, 17/05/2008 15:15 WIB
Iran: Suplai Minyak Sudah Sangat Berlebihan
Wahyu Daniel - detikFinance
Jakarta - Tambahan produksi minyak seperti yang diminta Amerika Serikat terhadap negara-negara OPEC tidak akan mampu meredam laju harga minyak yang saat ini meningkat tajam.
Menteri Perminyakan Iran Gholam Hossein Nozari mengatakan peningkatan produksi yang dilakukan OPEC hanya akan menambah cadangan minyak OPEC saja.
"Jumlah suplai minyak di pasar sudah sangat berlebih, jadi peningkatan produksi tidak akan mempengaruhi harga," ujarnya menjawab pertanyaan apakah peningkatan kapasitas OPEC akan menurunkan harga minyak yang saat ini menyentuh US$128 per barel, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (17/5/2008).
Seperti diketahui, Presiden AS George W. Bush mendorong produsen minyak OPEC terbesar yaitu Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyaknya.
Arab Saudi sendiri mengatakan suplai minyak dunia saat ini sudah seimbang dengan jumlah permintaan dan Arab Saudi telah meningkatkan produksinya sebesar 300 ribu barel per hari pada bulan ini. Iran sendiri saat ini merupakan negara nomor 2 di OPEC, dan menempati posisi 4 besar eksportir minyak di dunia.
( dnl / qom )
Iran: Suplai Minyak Sudah Sangat Berlebihan
Wahyu Daniel - detikFinance
Jakarta - Tambahan produksi minyak seperti yang diminta Amerika Serikat terhadap negara-negara OPEC tidak akan mampu meredam laju harga minyak yang saat ini meningkat tajam.
Menteri Perminyakan Iran Gholam Hossein Nozari mengatakan peningkatan produksi yang dilakukan OPEC hanya akan menambah cadangan minyak OPEC saja.
"Jumlah suplai minyak di pasar sudah sangat berlebih, jadi peningkatan produksi tidak akan mempengaruhi harga," ujarnya menjawab pertanyaan apakah peningkatan kapasitas OPEC akan menurunkan harga minyak yang saat ini menyentuh US$128 per barel, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (17/5/2008).
Seperti diketahui, Presiden AS George W. Bush mendorong produsen minyak OPEC terbesar yaitu Arab Saudi untuk meningkatkan produksi minyaknya.
Arab Saudi sendiri mengatakan suplai minyak dunia saat ini sudah seimbang dengan jumlah permintaan dan Arab Saudi telah meningkatkan produksinya sebesar 300 ribu barel per hari pada bulan ini. Iran sendiri saat ini merupakan negara nomor 2 di OPEC, dan menempati posisi 4 besar eksportir minyak di dunia.
( dnl / qom )



