Forum Finance
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- [info]deposito standard c... StanChart
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah -
Kamis, 04/12/2008 16:44 WIB
Pelabuhan Dumai Terancam Diblokir 15 Desember -
Kamis, 04/12/2008 15:31 WIB
LNG Energi Utama Mengaku Dirugikan Mitsubishi US$ 709 Juta
Indeks Berita
Kamis, 24/08/2006 15:50 WIB
5 Perusahaan Serius Garap Bioethanol
Maryadi - detikFinance
Kelima perusahaan itu adalah PT Trada Bioenergy, anak usaha PT Medco Energi International di Lampung Utara.
PT Malindo Malang, yang berlokasi di Lawang-Malang, Jawa Timur. PT Lampung Distilerry di Lampung. PT Indo Acidatama Tbk yang berlokasi di Solo. Serta Keluarga Sampoerna yang berinvestasi di Jawa Timur.
Demikian diungkapkan oleh Deputi Teknologi dan Agro Industri, Kementrian Riset dan Teknologi, Wahono Sumaryono di Kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/8/2006).
Dengan beroperasinya lima pabrik tersebut, pemerintah berharap produksi bioethanol meningkat dua kalilipat dibanding saat ini yang sebesar 175 ribu kiloliter (kl) per hari.
"Sebenarnya yang dibangun ada 7 pabrik oleh 5 perusahaan, kita harapkan dengan berbagai insentif yang diberikan pemerintah serta subsidi, investor bisa lebih tertarik lagi," kata Wahono.
Menurut Wahono, saat ini kualitas bioethanol masih E-5 yakni 95 persen premium dan 5 persen ethanol.
Dengan produksi bioethanol yang meningkat diharapkan juga kualitas bioethanol bisa naik menjadi E-10 atau E-20.
Wahono menjamin biaya produksi bioethanol masih lebih kompetitif, dibandingkan produksi bahan bakar minyak (BBM) yang lewat proses kilang, terlebih jika dibandingkan harga minyak dunia yang kini terus meningkat.
Diharapkan tahun 2010 bioethanol akan menggantikan premium sebesar 10 persen pada tahun 2010.
(ir/)
Baca juga :
- RI-Malaysia Siap Pasok Biofuel ke Eropa
- Pemerintah Seleksi Peserta Tender Converter Kit BBG
- Pemerintah Kaji Bank Penyalur Dana Subsidi Biofuel
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
