Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 19/11/2008 17:13 WIB
Pengiriman Perdana LNG Tangguh Molor -
Rabu, 19/11/2008 17:07 WIB
G20 Jangan Saling Menutup Pintu Masuk Barang Impor -
Rabu, 19/11/2008 16:22 WIB
Raden Pardede dan Syahrial Jadi Komisaris PPA -
Rabu, 19/11/2008 16:02 WIB
IFC Kucurkan Pinjaman US$ 20 Juta untuk Proyek Kopi -
Rabu, 19/11/2008 15:52 WIB
Dana Kontraktor Migas US$ 11,8 M Siap Masuk Bank Nasional -
Rabu, 19/11/2008 14:25 WIB
Negosiasi Rio Tinto dan Pemda Harus Rampung Akhir 2008
Indeks Berita
Selasa, 12/09/2006 15:14 WIB
Pemberian Lahan Luas kepada Investor Biofuel Dikaji
Ardian Wibisono - detikFinance
Jika memungkinkan Timnas juga akan merevisi SK Menteri Pertanian (Mentan) No.357 tahun 2002 tentang pola pembangunan perkebunan besar.
Beberapa investor yang berasal dari India, Korea Selatan, Malaysia dan Jepang, telah menyatakan minatnya masuk ke biofuel. Investor asing ini umumnya mengincar lahan di Sumatera, Kalimantan, Papua, Sulawesi dan NTT.
"Kita sedang kaji untuk memenuhi skala usaha daerah tertentu. Kita kaji pemberian lahan lebih luas dari ketentuan yang ada," kata Ketua Tim Nasional Pengembangan Biofuel, Alhilal Hamdi.
Alhilal yang juga Komisaris Utama PLN ini mengungkapkan hal tersebut di sela acara Kongres Nasional Pembangunan Manusia Indonesia di Kalangan Dunia Usaha Dalam Rangka Perwujudan Corporate Social Reponsibility (CSR), di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (12/9/2006).
Saat ini, SK Mentan tersebut membatasi satu perusahaan hanya boleh memiliki lahan sawit seluas 20 ribu hektar per satu provinsi atau 100 ribu hektar di seluruh Indonesia.
Sedangkan lahan tebu luasnya dibatasi 150 ribu hektar untuk seluruh Indonesia. Namun aturan tersebut tidak berlaku bagi perusahaan yang sudah go public (terbuka/Tbk).
Timnas kini sedang menginventarisasi luas lahan yang bisa dikonversi menjadi tanaman yang bisa memproduksi biofuel.
Menurut mantan Menakertrans ini, ada sekitar 13,7 juta hektar lahan yang saat ini bisa dikonversi. Lahan tersebut sebelumnya merupakan lahan hutan yang sudah tidak ada lagi tanamannya.
Timnas juga tengah memproses penghitungan pembelian jenis lahan yang cocok ditanami tanaman tertentu, selain melakukan langkah-langkah hukum terhadap lahan pertanian atau perkebunan yang sudah memiliki izin hak guna usaha (HGU) namun tidak dimanfaatkan.
"Kita akan melakukan langkah hukum sesuai aturan. Kalau mereka tidak menanggapi dengan menyampaikan rencana bisnis ke depan maka izin lahan selanjutnya akan dicabut," ancam Alhilal.(ir/nrl)
Baca juga :
- Green Diesel Mulai Diproduksi 2007
- Lagi Hot Energi Alternatif, RI Tak Mau Harga Minyak Rendah
- 5 Perusahaan Serius Garap Bioethanol
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
