Forum Finance
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- [info]deposito standard c... StanChart
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah -
Kamis, 04/12/2008 16:44 WIB
Pelabuhan Dumai Terancam Diblokir 15 Desember -
Kamis, 04/12/2008 15:31 WIB
LNG Energi Utama Mengaku Dirugikan Mitsubishi US$ 709 Juta
Indeks Berita
Rabu, 06/12/2006 19:03 WIB
7 Merek Motor Cacat Uji Publik
Arin Widiyanti - detikFinance
"Uji publik ini dilakukan secara acak, jadi hasil uji ini hanya mewakili sepeda motor yang diuji, bukan mewakili merek atau tipe tertentu," kata Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Deperin, Syarif Hidayat, usai sosialisasi hasil uji publik kendaraan bermotor roda dua tahun 2005 dan tahun 2006 di Departemen Perindustrian, Jakarta, Rabu (6/12/2006).
Dijelaskan Syarif, uji publik sepeda motor ini meliputi lima jenis uji yaitu uji jalan, uji percepatan, uji jarak pengereman, uji untuk kerja mesin, dan uji ketahanan mesin.
Dari 13 merek yang diujipublikkan ini, tujuh di antaranya tidak dapat meneruskan tahapan uji publik secara keseluruhan. "Beberapa merek yang kita uji tidak dapat meneruskan ke tahapan selanjutnya karena mesin tidak dapat dihidupkan setelah dijalankan hingga 186 kilometer dan 466 kilometer," jelasnya.
Tujuh merek itu ialah Torindo tipe Smart-X, Demak tipe Smart R, Zhongyu tipe Sinar X, Loncin tipe Magna X, Loncin tipe Supra Jet. Uji pada kelima merk ini dilakukan pada tahun 2005. Sedangkan uji pada tahun 2006 yang tidak lolos uji ialah Zhongyu tipe Kencana dan Balada tipe Harisma.
Sedangkan 6 merk yang lolos uji ialah Isapporo tipe Super X, Kanzen tipe Taurus, Izuki tipe Shongun 125, Viar tipe Speed, Happy tipe Sporty R, dan Mandiri tipe Sena R.
Sementara itu Kepala BTMP, Prawoto, mengatakan program uji publik ini telah dilakukan sejak tahun 2002 dengan jumlah keseluruhan sepeda motor sebanyak 74 unit. "Karena anggaran yang disediakan pemerintah untuk uji publik ini terbatas dan sebagian besar dananya masih disubsidi oleh BTMP," ujarnya.
"Untuk menguji satu unit sepeda motor dibutuhkan dana hingga Rp 45 juta. Dari total dana tersebut hanya Rp 15 juta saja yang disediakan oleh Deperin," keluhnya.
Sementara Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Deperin, Budi Dharmadi, menyatakan, meski dari hasil uji publik ini terdapat produk sepeda motor yang tidak dapat memenuhi kriteria penilaian uji publik, namun pihaknya tidak memberikan sanksi terhadap pihak produsen maupun importir.
"Sanksi diterapkan kalau pihak produsen memberikan informasi produk yang tidak sesuai dengan yang semestinya," ungkapnya.(mar/mar)
Baca juga :
- Penjualan Mobil 500 Ribu Unit Tercapai Lagi 2009
- Proton Masuki Pasar Mobil Indonesia Februari 2007
- Bea Masuk Produk Otomotif Asal Malaysia Diturunkan
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
