Berita Lain

Indeks Berita





Jumat, 13/04/2007 13:45 WIB
Konsultasi Keuangan
Mengelola Usaha di Tanah Air
Nurul Qomariyah - detikFinance


Jakarta - Pertanyaan:

Saya seorang karyawan swata berumur 27 tahun yang bekerja diluar negeri, berumah tangga dan seorang anak, dengan gaji lebih dari pada cukup.

Sekarang kondisi keuangan saya setelah membayar sewa apartemen, transport ke kantor, biaya bulanan yang lainnya saya mempunyai uang sisa yang saya tabung perbulannya Rp 4 sampai 5 juta per bulan.

Yang saya ingin saya tanyakan:

a. Saya ingin memulai investasi, mana yang lebih bagus di Indonesia atau ditempat saya sekarang ?

b. Investasi apakah yang bagus untuk saya? untuk bapak ketahui saya belum mempunyai rumah tinggal di Indonesia ?

c. Bagaimana cara saya mengontrol investasi tersebut jika saya berinvestasi di Indonesia ?


Jawaban:

Senang sekali mendengar Anda bisa menyisihkan uang untuk menabung secara tetap dan pasti setiap bulan. Apalagi Anda juga punya kesadaran untuk mau menyisihkannya dan juga berminat untuk menginvestasikannya.

Oleh karena itu harus dipersiapkan dengan baik sehingga Kualitas dan Gaya Hidup akan tetap dapat dipelihara dan dinikmati pada masa menikmati usia pensiun.

A. Sebenarnya Investasi di manapun sama baiknya. Yang paling penting adalah jenis instrumen investasinya cocok dengan profil atau karakter Anda. Selain itu jangan lupa untuk melakukan Diversifikasi agar dapat mengelola risiko yang mungkin timbul selama masa investasi atau masa hidup Anda.

Tentunya setiap tempat di mana investasi dilakukan akan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Secara sekilas saya akan memberikan gambaran mengenai faktor positif dan negatif melakukan investasi di Indonesia vs Luar Negeri.

Faktor positif Investasi di negara Maju antara lain :
1. Keuntungan variasi atau jenis produk dan instrumennya.
2. Pengelola atau pembuat produk punya pengalaman yang lebih lama dalam menjalankan bisnis tersebut
3. Keahlian yang lebih baik karena punya pengalaman lebih lama
4. Reputasi yang lebih baik
5. Kemungkinan untuk memperoleh jenis instrumen baru yang belum tentu ada di Indonesia
6. Tehnologi purna jual dan pelayanan yang lebih canggih
7. Dilindungi oleh hukum yang jelas
8. Akses untuk mendapatkannya tidak terlalu sulit
9. Perlindungan terhadap Konsumen jauh lebih aman dan nyaman
10. Kestabilan nilai Inflasi
11. Tingkat Pendapatan Investasi yang lebih variatif dan menarik
12. Jaringan Cabang yang cukup luas dan tersedia di negara-negara lain.
13. Tenaga Pemasaran yang lebih Ahli dan mempunyai Sertifikasi dengan standar tertentu
14. Sangsi Hukum yang jelas jika Perusahaan atau Penjual melakukan pelanggaran Kode Etik dan Wanprestasi

Sedangkan Faktor negatifnya antara lain :

1. Mengingat Anda bukan Warga Negara dari Negara tersebut maka ada kemungkinan Anda tidak memperoleh Perlakuan Hukum yang sebaik jika Anda sudah menjadi Permanent Resident atau dianggap Setara dengan Warga Negara Asli di negara tersebut.
2. Juga mungkin Anda tidak dapat memperoleh produk yang dipasarkan dengan menggunakan Mata Uang Rupiah yang nilai tukarnya cukup sensitif tapi bisa memberikan Tingkat Pendapatan yang menarik
3. Selain itu proses Pencairan dan pengiriman ke Indonesia pada saat Anda memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia
4. Proses penganalisaan darimana Anda memperoleh dana tersebut dan bagaimana mendapatkannya juga lebih ketat dibandingkan dengan perlakuan di Indonesia

Sedangkan Faktor positif Investasi di Indonesia antara lain :

1. Tersedia produk yang menggunakan Mata Uang Rupiah yang nilai tukarnya cukup sensitif tapi bisa memberikan Tingkat Pendapatan yang menarik
2. Proses Pencairan di Indonesia lebih mudah, apalagi pada saat Anda memutuskan untuk pulang kembali ke Indonesia
3. Proses penganalisaan darimana Anda memperoleh dana tersebut dan bagaimana mendapatkannya juga lebih sederhana
4. Tersedia jaringan cabang atau afiliasi dari Perusahaan-perusahaan Asing yang menjual instrumen investasi di Indonesia
5. Mempunyai Perlindungan Hukum yang pasti mengingat status warga negara Anda

Tetapi Faktor negatifnya antara lain :
1. Mata Uang Rupiah yang nilai tukarnya cukup sensitif
2. Inflasi fluktuatif
3. Ekonomi belum stabil
4. Variasi instrumen investasi dan jeni produk terbatas
5. Ketentuan Pemerintah dan Hukum yang belum sempurna untuk mengatur pengelolaan Investasi di Indonesia
6. Tenaga Pemasaran yang belum mempunyai Keahlian khusus dan juga diatur dan diedukasi dengan standar tertentu
7. Regulator sendiri belum punya pengalaman dan pengetahuan yang baik dalam mengatur pengelolaan investasi
8. Pelayanan Purna Jual dan informasi peningkatan investasi kita
9. Keterbatasan Teknologi

B. Banyak jenis investasi yang bisa Anda lakukan. Bisa Investasi jenis Kertas seperti Deposito, Reksa Dana, Saham, Warant, Bursa Berjangka, Bursa Komoditas, Asuransi, atau investasi secara Real seperti Properti, Logam Mulia dan sebagainya, atau bahkan mendirikan Usaha atau Bisnis.

Namun yang paling baik adalah jenis Investasi yang sesuai dengan Profile Anda, untuk itu diperlukan suatu Tools untuk mengetahuinya. Biasanya Bank punya suatu tes sederhana untuk menentukan Profile atau Karakteristik Anda, kemudian dari tes tersebut bisa dikaitkan dengan jenis-jenis investasi yang sesuai atau cocok.

C. Inilah yang tidak mudah jika Anda berinvestasi di Indonesia mengingat salah satu kelemahannya adalah bagaimana memanfaatka teknologi canggih untuk bisa memberikan informasi atas perkembangan nilai investasi kita.

Namun biasanya Perusahaan-perusahaan dengan reputasi yang baik dan punya afiliasi dengan Perusahaan Multi Nasional yang ada di negara dimana Anda tinggal akan punya sarana Pelayanan dengan teknologi yang jauh lebih baik. Anda bisa berhubungan dengan menggunakan kecanggihan dunia Internet untuk memonitor perkembangan nilai investasi Anda.

Selain itu tentunya Anda juga harus memonitor ciri-ciri perkembangan dunia ekonomi sebagai acuan atau bench mark tingkat perkembangan nilai investasi, misalnya melalui Indeks Saham di Bursa Efek Jakarta, Rata-rata NAV di Reksa Dana, perkembangan Harga Emas dan Logam Mulia lainnya, juga pergerakan Nilai Tukar Rupiah, Tingkat Suku Bunga Obligasi Negara dan Obligasi Swasta yang tersedia di pasar, serta kondisi Supply & Demand Property di Indonesia baik untuk Apartemen, Rumah Tinggal, Perkantoran, Real Estate dan sebagainya.

Selamat Berinvestasi

Risza Bambang & Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning(qom/qom)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518