Berita Lain

Indeks Berita





Jumat, 04/05/2007 09:33 WIB
Konsultasi Keuangan
Membuka Bisnis Function Room
Nurul Qomariyah - detikFinance


Jakarta - Pertanyaan:

Kami memiliki rumah kosong seluas 1.000 m2 yang letaknya sangat strategis di tepi jalan raya dan sebelah gereja di daerah antara Jakarta Utara dan Jakarta Timur.

Mempertimbangkan hal tersebut kami berpikir untuk membuka bisnis function room. Mohon saran tentang faktor-faktor apa saja yang harus kami pertimbangkan dalam memulai bisnis ini. Dan apa tips suksesnya ?

Terima Kasih

Jawaban :

Ibu Ine Noor, apakah Ibu pernah menjalankan bisnis sebelumnya? Jika sudah, tentunya Ibu sudah memahami seluk beluk bagaimana memiliki usaha. Jika belum, Ibu perlu belajar banyak di dunia yang baru ini.

Ada seorang motivator berkata bahwa Modal, Pengetahuan dan Pasar hanya menyumbang 10 persen dari kesuksesan bisnis, sedangkan sisanya yang sebesar 90% merupakan gabungan dari visi, keberanian, disiplin pribadi, komitmen dan lain sebagainya. Kedua sisi ini tentunya saling melengkapi untuk kesuksesan sebuah bisnis.

Jadi ada 2 sisi sebelum kita memulai sebuah bisnis. Yang pertama adalah kita sebagai wiraswastawan/enterpreneur seperti yang disinggung di atas Dan yang kedua adalah bisnisnya sendiri.

Dengan modal tanah kosong seluas 1000 m2, kita dapat menulis daftar bisnis apa saja yang bisa dilakukan di sana. Salah satu ide yang Ibu lontarkan adalah membangun function room.

Apakah ada ide lain? Misalnya, memecah tanah kosong menjadi beberapa bagian dan menjualnya dalam bentuk kavling siap bangun, atau kita membuat sebuah komplek perumahan kecil yang berisi 4 atau 5 rumah yang pengelolaan sehari-harinya masih kita pegang. Atau ada ide lain untuk membangun sebuah sekolah yang mungkin bisa bekerjasama dengan gereja di sebelahnya.

Jika kita sudah memilih untuk tanah tersebut diperuntukkan, maka selanjutnya adalah bagaimana merealisasikannya. Keberhasilan dari sebuah bisnis dimulai dari perencanaan yang matang.

Kita harus berpikir bahwa bisnis yang bangun haruslah menghasilkan atau ada profit yang bisa dinikmati. Selanjutnya bisnis tersebut haruslah mampu bertahan lama. Langkah Selanjutnya adalah masalah teknis yang bisa kita konsultasikan kepada konsultan pengembangan bisnis yang Ibu percayai.

Dari sisi perencanaan keuangan, bisnis yang kita kembangkan haruslah terpisah dari keuangan keluarga kita. Jika keuangan keluarga dan keuangan dari bisnis kita tercampur, maka akan susah mengukur keberhasilan dari bisnis tersebut, demikian pula dengan keuangan keluarga kita. Untuk memisahkannya, kita dapat menggaji diri kita sendiri sesuai dengan kemampuan perusahaan saat itu.

Selamat mengembangkan bisnis anda.

Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning
(qom/qom)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518