Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 20/11/2008 21:39 WIB
Rencana Ekspansi PKT Terhambat -
Kamis, 20/11/2008 19:05 WIB
Pasokan Pupuk Urea PKT Aman -
Kamis, 20/11/2008 18:55 WIB
RI Siap Ekspor Gula di 2009 -
Kamis, 20/11/2008 17:16 WIB
300.000 Pelanggan PLN di Kaltim Byar Pet Akibat Krisis Gas -
Kamis, 20/11/2008 16:37 WIB
13.000 Karyawan Masuk Daftar Tunggu PHK -
Kamis, 20/11/2008 16:25 WIB
15 Provinsi Naikkan UMP 2009 Lebih dari 10%
Indeks Berita
Selasa, 29/05/2007 15:58 WIB
INCO Ingin Kontrak Setelah 2025 Diperpanjang
Alih Istik Wahyuni - detikFinance
Permintaan tersebut dilayangkan karena terkait dengan investasi perusahaan sebesar US$ 1,5 miliar.
Kontrak INCO tahun 2008 akan habis hingga 2025, setelah masa 2025 itu INCO ingin ada jaminan perpanjangan kontrak.
Demikian penjelasan Dirut INCO Arif Siregar, usai mengisi seminar tentang
Peningkatan Nilai Tambah Pertambangan di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta, Selasa (29/5/2007).
Arif menyatakan kejelasan tersebut penting karena berdasarkan perhitungan investasi, INCO belum bisa balik modal jika kontraknya terhenti 2025.
"Kita butuh jaminan kalau kita masih bisa beroperasi setelah 2025. Sehingga modal yang US$ 1,5 miliar itu bisa balik," ujarnya.
Investasi US$ 1,5 miliar akan digunakan INCO untuk pembangunan teknologi pengolahan terbaru, hydrometalurgi. Teknologi yang kini sedang proses scoping study, akan dioperasikan di Sulawesi Tenggara dengan kapasitas produksi 30 ribu ton nikel.
Teknologi ini, bisa mengolah limonitik yakni suatu produk bawaan jika menambang nikel. Selama ini belum ada teknologi yang dapat mengolah limonitik. Di Indonesia, teknologi ini akan menjadi yang pertama walau di Filipina sudah digunakan.
Arif menambahkan, pembangunan rencananya akan dilakukan 2010. Paling cepat bisa diselesaikan dalam 5 tahun, hingga 2015.
"Nah, mulai 2015, cuma sepuluh tahun sampai 2025. Mana bisa kita balik modal?" ujarnya.(lih/ir)
Baca juga :
- Harga Nikel Naik, Pemerintah Minta INCO Tambah Royalti
- Harga Nikel Terus Menanjak
- Antam Targetkan Produksi Nikel 21 Ribu Ton 2007
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
