Forum Finance
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Rupiah terus anjlok menuj... shiyilang
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 25/11/2008 12:27 WIB
Menkeu: Saya Pertaruhkan Reputasi dan Harga Diri -
Sabtu, 22/11/2008 14:25 WIB
Ciputra Lebih Kokoh Melawan Krisis -
Jumat, 21/11/2008 16:36 WIB
Anton Apriyantono, pak Menteri Pelanggan Kaki Lima -
Selasa, 18/11/2008 16:25 WIB
Aburizal: Saya Tidak Pernah Berselisih dengan Sri Mulyani -
Kamis, 13/11/2008 13:22 WIB
Teman Satu Sekolah, Dirut Garuda Lupa Wajah Obama -
Kamis, 13/11/2008 11:34 WIB
Mittal Bukan Lagi Orang Terkaya
Indeks Berita
Senin, 02/07/2007 20:14 WIB
Joachim Mulai Berkantor di Indonesia
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Joachim von Amsberg (Bank Dunia)
Joachim mengakui bahwa Indonesia tidak lagi membutuhkan jenis dukungan keuangan dan donor seperti pada saat-saat krisis ekonomi.
"Indonesia saat ini menghadapi tantangan baru sebagai salah satu perekonomian terbesar yang sedang bertumbuh di Asia, dan saya benar-benar menunggu untuk bekerja sama dengan semua pihak dalam mewujudkan impian dari semua bangsa Indonesia, negara yang bebas dari kemiskinan di mana layanan masyarakat tersedia untuk rakyat dan peluang ekonomi dapat diraih semua orang," ujarnya dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (2/7/2007).
Di Jakarta, Joachim akan menghadiri serangkaian pertemuan dengan pejabat senior pemerintah Indonesia, perwakilan masyarakat sipil dan donor. Warga negara Jerman ini sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perwakilan Kantor Bank Dunia di Filipina.
Joachim von Amsberg bergabung dengan Bank Dunia di tahun 1993 sebagai Ahli Ekonomi dan Profesional Muda serta bekerja di program lingkungan dan penelitian kebijakan yang didukung Bank Dunia di Argentina, Cile, dan Paraguay di wilayah Amerika Latin dan Karibia, serta penelitian kebijakan di Mesir
"Bank Dunia adalah teman dan mitra dalam mendukung tujuan kemakmuran Indonesia dan saya merasa sangat bangga berada di sini," ujar Joachim.
Joachim mengatakan Bank Dunia akan melanjutkan usahanya dalam mendukung Indonesia memberantas korupsi karena tata pemerintahan tetap mendapatkan perhatian yang besar.
Indonesia telah menjadi penerima bantuan utama Bank Dunia sejak tahun 1967, yang mendukung serangkaian luas pembangunan ekonomi di semua sektor. Saat ini, ada 28 proyek investasi yang aktif dalam portofolio untuk total komitmen bersih sebesar US$ 2,6 miliar.
Bank Dunia juga mengelola program hibah sebesar US$1 miliar, melalui lebih dari 300 dana perwalian. (ddn/ddn)
Baca juga :
- Cinta Purnomo Buat Pertamina
- Gaul dengan Mobil Klasik Ala Stanley Setia Atmadja
- Sascya: Teman Tapi Bayar Pajak
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
