Forum Finance
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- pelecehan terhadap umat i... bengak
- Berapa Bea Masuk/Pajak Pa... Wanoja
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 15/08/2008 18:07 WIB
Mendiknas Nyaris Pingsan Karena Anggaran Pendidikan 20% -
Selasa, 12/08/2008 13:23 WIB
Teori Investasi Nilai Ala Buffett -
Senin, 11/08/2008 14:57 WIB
Mari Pangestu: Ceramah Oke, Nyanyi Nggak Pede -
Jumat, 08/08/2008 09:03 WIB
Bos Pura Group Takut Sombong -
Senin, 04/08/2008 12:37 WIB
Paskah Merasa Populer Tanpa Harus Beriklan -
Senin, 04/08/2008 12:17 WIB
Berjubah Putih, Boediono Tanggalkan Jas
Indeks Berita
Kamis, 11/10/2007 14:33 WIB
Purnomo Bagi-bagi Tugas
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Purnomo Yusgiantoro/Budiono Darsono-detikcom
Jakarta -
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro biasanya sigap menjawab berbagai pertanyaan wartawan mulai dari soal BBM, listrik, tambang. Purnomo selalu menjawab pertanyaan itu dengan gaya nyerocos-nya, namun tidak kali ini.
Dalam jumpa pers mengenai persiapan lebaran yang digelar sekitar 09.00 WIB, Kamis (11/10/2007) Purnomo nampak terburu-buru karena harus menghadiri sidang kabinet pukul 09.30 WIB.
"Saya hanya akan memberikan pengantar, karena harus menghadiri sidang kabinet pukul 09.30 WIB. Kan nggak enak sama Pak Presiden kalau terlambat. Kalau ada pertanyaan, mungkin silakan 5-10 menit," katanya.
Bukannya menjawab pertanyaan wartawan, Purnomo malah membagi-bagikan pertanyaan itu ke anak buahnya. Untungnya jumpa pers digelar setelah rapat pimpinan, sehingga pejabat-pejabat Departemen ESDM pun tersedia untuk membantu menjawab.
Untungnya jumpa pers digelar setelah rapat pimpinan, sehingga pejabat-pejabat Departemen ESDM pun tersedia untuk membantu menjawab.
Alhasil, alih-alih menjawab pertanyaan wartawan, Purnomo malah membagi-bagikan pertanyaan itu ke anak buahnya.
Pertanyaan wartawan soal Natuna, dibagi Purnomo ke Kepala BP Migas, soal listrik, Purnomo minta Dirut PLN Eddi Widiono untuk menjawabnya. Dirjen Minerbapapum Simon Sembiring kebagian jatah menjawab soal PT Newmont. Begitu juga Kepala BPH Migas.
Pokoknya semua dirjen di ESDM diberi jatah oleh Purnomo untuk menjawab pertanyaan wartawan. Karena pertanyaan wartawan tidak hanya menyangkut Lebaran, tapi soal Natuna, Newmont, Gunung Api, listrik, dan lain-lain.
Wartawan (W) :"Natuna bagaimana pak?" tanya wartawan.
Purnomo (P) :"Natuna akan dijawab Kepala BP Migas, coba panggil pak Kardaya"
W: "Kondisi listrik luar Jawa selama Lebaran?"
P: "Ok, kondisi listrik luar Jawa nanti dijawab pak Eddi Widiono. Yang lain"
W: "Utang balitbang, pak?"
P: "Hah? nggak ada utang di Balitbang. Tapi panggil Bu Nenny. Nanti Kepala Balitbang yang jawab. Apalagi?"
W: "Newmont?"
P: "Soal Newmont, itu ada pak Simon, dia yang jawab"
W: "Gunung Kelut kapan meletus pak?"
P: "Gunung meletus yang jawab Kepala Geologi"
W: "Kuota BBM melebihi kuota?"
P: "Ok, nanti Kepala BPH Migas yang akan menyampaikan apakah ada kenaikan dari kuota BBM. Yang lain?"
W: "Apakah kontraktor pertambangan yang menunggak royalti bisa kena sanksi?"
P: "Ada Dirjennya yang jawab"
Daripada kecewa, puluhan wartawan yang ikut konferensi pers malah terpingkal-pingkal menyaksikan tingak Purnomo membagikan jatah. Usai membagi-bagi pertanyaan, Purnomo pun buru-buru pamit.
"Ok, pertanyaan kalian sudah dicatat pak Sekjen. Nanti akan dijawab sama yang bersangkutan, saya pamit dulu, ya," katanya sambil ngeloyor.
Bahkan beberapa wartawan pun tak sanggup mengejar Purnomo yang berlari menuju mobil bernomor RI 21-nya. (ddn/ir)
Purnomo Bagi-bagi Tugas
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Purnomo Yusgiantoro/Budiono Darsono-detikcom
Dalam jumpa pers mengenai persiapan lebaran yang digelar sekitar 09.00 WIB, Kamis (11/10/2007) Purnomo nampak terburu-buru karena harus menghadiri sidang kabinet pukul 09.30 WIB.
"Saya hanya akan memberikan pengantar, karena harus menghadiri sidang kabinet pukul 09.30 WIB. Kan nggak enak sama Pak Presiden kalau terlambat. Kalau ada pertanyaan, mungkin silakan 5-10 menit," katanya.
Bukannya menjawab pertanyaan wartawan, Purnomo malah membagi-bagikan pertanyaan itu ke anak buahnya. Untungnya jumpa pers digelar setelah rapat pimpinan, sehingga pejabat-pejabat Departemen ESDM pun tersedia untuk membantu menjawab.
Untungnya jumpa pers digelar setelah rapat pimpinan, sehingga pejabat-pejabat Departemen ESDM pun tersedia untuk membantu menjawab.
Alhasil, alih-alih menjawab pertanyaan wartawan, Purnomo malah membagi-bagikan pertanyaan itu ke anak buahnya.
Pertanyaan wartawan soal Natuna, dibagi Purnomo ke Kepala BP Migas, soal listrik, Purnomo minta Dirut PLN Eddi Widiono untuk menjawabnya. Dirjen Minerbapapum Simon Sembiring kebagian jatah menjawab soal PT Newmont. Begitu juga Kepala BPH Migas.
Pokoknya semua dirjen di ESDM diberi jatah oleh Purnomo untuk menjawab pertanyaan wartawan. Karena pertanyaan wartawan tidak hanya menyangkut Lebaran, tapi soal Natuna, Newmont, Gunung Api, listrik, dan lain-lain.
Wartawan (W) :"Natuna bagaimana pak?" tanya wartawan.
Purnomo (P) :"Natuna akan dijawab Kepala BP Migas, coba panggil pak Kardaya"
W: "Kondisi listrik luar Jawa selama Lebaran?"
P: "Ok, kondisi listrik luar Jawa nanti dijawab pak Eddi Widiono. Yang lain"
W: "Utang balitbang, pak?"
P: "Hah? nggak ada utang di Balitbang. Tapi panggil Bu Nenny. Nanti Kepala Balitbang yang jawab. Apalagi?"
W: "Newmont?"
P: "Soal Newmont, itu ada pak Simon, dia yang jawab"
W: "Gunung Kelut kapan meletus pak?"
P: "Gunung meletus yang jawab Kepala Geologi"
W: "Kuota BBM melebihi kuota?"
P: "Ok, nanti Kepala BPH Migas yang akan menyampaikan apakah ada kenaikan dari kuota BBM. Yang lain?"
W: "Apakah kontraktor pertambangan yang menunggak royalti bisa kena sanksi?"
P: "Ada Dirjennya yang jawab"
Daripada kecewa, puluhan wartawan yang ikut konferensi pers malah terpingkal-pingkal menyaksikan tingak Purnomo membagikan jatah. Usai membagi-bagi pertanyaan, Purnomo pun buru-buru pamit.
"Ok, pertanyaan kalian sudah dicatat pak Sekjen. Nanti akan dijawab sama yang bersangkutan, saya pamit dulu, ya," katanya sambil ngeloyor.
Bahkan beberapa wartawan pun tak sanggup mengejar Purnomo yang berlari menuju mobil bernomor RI 21-nya. (ddn/ir)



