Forum Finance
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Rupiah terus anjlok menuj... shiyilang
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 02/12/2008 16:53 WIB
Industri Furnitur Gagal Ekspor US$ 150 Juta -
Selasa, 02/12/2008 15:59 WIB
Qatar dan Eropa Berminat Danai Investasi PLN dalam 10 Tahun -
Selasa, 02/12/2008 15:57 WIB
Industri Furniture Diusulkan Dapat Penghapusan PPN -
Selasa, 02/12/2008 15:35 WIB
Jepang Beri BPS Hibah US$ 1 Juta -
Selasa, 02/12/2008 15:35 WIB
PLN Minta Tarif Regional Diterapkan di Seluruh Indonesia -
Selasa, 02/12/2008 14:36 WIB
ICP Anjlok ke US$ 46,3/Barel
Indeks Berita
Senin, 26/11/2007 15:40 WIB
'Yang Mau Beli Saham Temasek Harus Sabar'
Arin Widiyanti - detikFinance
"Sebab yang divonis kepada Temasek saya kira tidak akan berhenti disini karena Temasek pasti akan melakukan banding," kata Hidayat.
Hal itu diungkapkan Hidayat disela-sela diskusi pengusaha menjelang the United Nations Framework Convention on Climate Change (Protokol Kyoto mengenai Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim) di Bali 3-14 Desember di gedung Graha Niaga, Jakarta, Senin (26/11/2007).
Hidayat juga tidak menampik banyaknya investor yang ingin membeli saham Temasek karena potensinya yang menggiurkan. "Sahamnya memang cukup seksi, tapi saya mau semua pihak harus menahan diri," pinta Hidayat.
Kadin juga menilai putusan Temasek tidak mengganggu iklim investasi tapi justru memberikan kepastian hukum. Sejauh tidak ada intervensi politik terhadap putusan tersebut.
"Syaratnya proses hukum harus transparan dan fair dan tidak keluar dari koridor hukum dan tidak ada intervensi politik," kata Hidayat.
Awalnya diakui Hidayat, ada kekhawatiran mengganggu iklim investasi. Namun setelah berbicara dengan Majelis KPPU, Syamsul Maarif memberikan pandangan hukum yang sangat tepat dan yakin telah mewakili kepentingan sosial.
"Setelah saya berbicara biarkanlah proses berjalan. Di semua negara yang ekonominya sedang maju, institusi independen seperti KPPU itu ada," katanya.(ir/qom)
Baca juga :
- KPPU Minta Divestasi Aset Negara ke Depan Lebih Hati-hati
- KPPU Minta Aturan Kepemilikan Tunggal di Industri Strategis
- 1.000 Pengacara Siap Bantu KPPU Hadapi Temasek
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
