Forum Finance
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Rupiah terus anjlok menuj... shiyilang
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 02/12/2008 16:53 WIB
Industri Furnitur Gagal Ekspor US$ 150 Juta -
Selasa, 02/12/2008 15:59 WIB
Qatar dan Eropa Berminat Danai Investasi PLN dalam 10 Tahun -
Selasa, 02/12/2008 15:57 WIB
Industri Furniture Diusulkan Dapat Penghapusan PPN -
Selasa, 02/12/2008 15:35 WIB
Jepang Beri BPS Hibah US$ 1 Juta -
Selasa, 02/12/2008 15:35 WIB
PLN Minta Tarif Regional Diterapkan di Seluruh Indonesia -
Selasa, 02/12/2008 14:36 WIB
ICP Anjlok ke US$ 46,3/Barel
Indeks Berita
Kamis, 06/12/2007 14:49 WIB
Protokol Kyoto Tak Melanggar WTO
Alih Istik Wahyuni - detikFinance
Hal ini ditegaskan Menteri Perdagangan Australia yang baru Simon Crean dalam jumpa pers kunjungan perdananya di gedung Departemen Perdagangan, Jakarta, Kamis (6/12/2007).
"Dalam penerapannya, kita akan konsisten dengan aturan WTO. Kami sudah menyesuaikannya dengan kerangka kerja WTO," katanya.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan RI Mari Elka Pangestu pernah menjelaskan, salah satu bentuk implementasi kerjasama ramah lingkungan di sektor ekonomi misalkan insentif atau subsidi bagi teknologi yang ramah lingkungan dan industri yang menggunakan teknologi itu.
Namun penggunaan teknologi ramah lingkungan diakui bisa menaikkan biaya produksi, sehingga bisa menurunkan daya saing.
Makanya aturan seperti ini harus diterapkan di semua negara sehingga terjadi pemerataan daya saing.
"Kalau negara yang lain sama, nggak masalah. Tapi kalau beda tiap negara, bisa terjadi perbedaan daya saing," jelasnya waktu itu.
Namun menurut Crean, implementasi ekonomi ramah lingkungan bukan sekedar biaya produksi semata. Tapi bagaimana menggerakkan lapangan pekerjaan, transfer teknologi, dll.
"Jadi Protokol Kyoto ini bukan sekedar dimensi lingkungan, tapi juga masalah ekonomi," kata Crean.(lih/ir)
Baca juga :
- RI Tolak Penghapusan Subsidi Perikanan WTO
- WTO Minta Subsidi Industri Perikanan Dihapus
- RI Bisa Ambil Peluang Bisnis Protokol Kyoto
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
