Forum Finance
- Harga sembako hari ini... Kurt_Cobain
- Help me Please!! (bagi-ba... yumco
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 08/09/2008 10:44 WIB
5 Kontraktor Minyak Kelas Kakap Dipanggil DPR -
Senin, 08/09/2008 10:16 WIB
Ekspor Tekstil RI ke AS Didominasi Pakaian Jadi -
Senin, 08/09/2008 07:46 WIB
Produksi Mobil Murah Tata Nano Siap Dilanjutkan -
Minggu, 07/09/2008 15:41 WIB
Pusat Grosir Juga Diserbu Warga -
Minggu, 07/09/2008 13:44 WIB
Sepekan Puasa, Omzet Pedagang Pakaian Meningkat 40% -
Minggu, 07/09/2008 12:01 WIB
Warga Mulai Serbu Pusat Perbelanjaan
Indeks Berita
Senin, 17/12/2007 14:45 WIB
Dimiliki Temasek, Indosat Kurang Punya Daya Saing
Indro Bagus SU - detikFinance
Jakarta -
Sejak mayoritas sahamnya dimiliki oleh Temasek, Indosat dinilai kurang agresif dalam persaingan industri telekomunikasi selular di Indonesia. Akibatnya, perseroan ini selalu kalah bersaing dengan kompetitornya. Demikian disampaikan Investigator KPPU, Farid Fauzi Nasution dalam seminar "KPPU vs Temasek" di hotel Bumikarsa, Jakarta, Senin (17/12/2007).
"Pada tahun 2002, STT melalui ICL mengakuisisi 41,9% saham Indosat. Dan terhitung sejak tahun 2003, dari segi pembangunan BTS, jumlah pelanggan, dan pangsa pasar Indosat mengalami penurunan," ungkap Farid.
Menurut Farid, hal itu terjadi setelah adanya praktik monopoli akibat kepemilikan silang Temasek di Indosat dan Telkomsel.
Berdasarkan data KPPU, pada tahun 2003 pertumbuhan jumlah BTS, jumlah pelanggan dan pangsa pasar Indosat, masing-masing berkisar pada 25-35%. Hingga tahun 2006, kisaran tersebut turun pada 20-28%.
"Mengenai perlambatan itu, pada bulan Desember 2006, empat direksi Indosat melaporkan Wakil Direktur Utamanya bernama Kaizeed kepada komisaris Lee Teng Kiat di Singapura. Namun laporan tersebut tidak ditindaklanjuti." kata Farid.
Akibatnya, terjadi pemusatan konsentrasi pasar dalam industri selular di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan Telkomsel dan Indosat menguasai 81% pangsa pasar industri selular.
"Dampaknya yang paling kelihatan adalah terjadinya fenomena price leadership dalam industri selular." kata Farid.
Oleh karena itu, KPPU memvonis temasek bersalah atas tuntutan monopoli persaingan usaha. Saat ini, KPPU sudah memberikan salinan putusannya kepada Temasek. Dan Temasek diberikan tenggat waktu hingga 28 Desember 2007 untuk menggunakan haknya.
(dro/arn)
Dimiliki Temasek, Indosat Kurang Punya Daya Saing
Indro Bagus SU - detikFinance
"Pada tahun 2002, STT melalui ICL mengakuisisi 41,9% saham Indosat. Dan terhitung sejak tahun 2003, dari segi pembangunan BTS, jumlah pelanggan, dan pangsa pasar Indosat mengalami penurunan," ungkap Farid.
Menurut Farid, hal itu terjadi setelah adanya praktik monopoli akibat kepemilikan silang Temasek di Indosat dan Telkomsel.
Berdasarkan data KPPU, pada tahun 2003 pertumbuhan jumlah BTS, jumlah pelanggan dan pangsa pasar Indosat, masing-masing berkisar pada 25-35%. Hingga tahun 2006, kisaran tersebut turun pada 20-28%.
"Mengenai perlambatan itu, pada bulan Desember 2006, empat direksi Indosat melaporkan Wakil Direktur Utamanya bernama Kaizeed kepada komisaris Lee Teng Kiat di Singapura. Namun laporan tersebut tidak ditindaklanjuti." kata Farid.
Akibatnya, terjadi pemusatan konsentrasi pasar dalam industri selular di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan Telkomsel dan Indosat menguasai 81% pangsa pasar industri selular.
"Dampaknya yang paling kelihatan adalah terjadinya fenomena price leadership dalam industri selular." kata Farid.
Oleh karena itu, KPPU memvonis temasek bersalah atas tuntutan monopoli persaingan usaha. Saat ini, KPPU sudah memberikan salinan putusannya kepada Temasek. Dan Temasek diberikan tenggat waktu hingga 28 Desember 2007 untuk menggunakan haknya.
(dro/arn)
