Berita Lain

Indeks Berita



Jumat, 04/01/2008 17:16 WIB
Bahan Baku Mahal, Pabrik Rokok di Malang Resah
Eko Widianto - detikFinance

Malang - Sejumlah pengusaha rokok di Malang mengeluhkan kesulitan mendapatkan bahan baku rokok seperti cengkeh. Kalaupun ada, harga yang ditawarkan jauh lebih tinggi.

Harga cengkeh lokal gelondongan naik hingga dua kali lipat mencapai Rp 54 ribu per kg dari sebelumnya Rp 27 ribu per kg.

"Harga tembakau dan cengkeh naik sejak dua minggu lalu," kata Widianto, pemilik PR Wong Tani Mandiri kepada detiksurabaya.com, Jumat (4/1/2008).

Widianto menuding harga bahan baku rokok selangit akibat ulah pengusaha rokok besar. Mereka ujar Widianto, menimbun cengkeh dan tembakau dari petani, akibatnya bahan baku sulit ditemui dipasaran.

"Mereka memiliki modal besar, sehingga mampu membeli dalam jumlah besar," urainya.

Akibat kesulitan bahan baku, kini sejumlah pabrik rokok gurem terancam tutup dan merumahkan ribuan buruh linting. Sebagian telah berhenti operasional dan hanya menjual sisa persediaan produksi rokok sebelumnya.

Kenaikan harga bahan baku rokok ini, tidak bisa langsung dibarengi dengan menaikkan harga produk rokok. Pasalnya, persaingan rokok gurem semakin ketat dan akan kehilangan pasar bila mendadak menaikan harga.

"Mencari pasar saja sudah sulit, kita tidak berani menjual dengan harga tinggi," ungkapnya.

Widianto mengaku pengusah rokok gurem semakin terjepit dengan kenaikan harga tembakau dan cengkeh ini. Karena, sebelumnya pemerintah juga memberlakukan tarif cukai rokok kretek tangan naik tajam. (bdh/qom)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!


Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :


Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi Ajeng di ajeng@detik.com,
telepon 021-7941177 (ext.518).