Forum Finance
- Dirjen Pajak Khawatir Apa... bintangbaru
- Kunci Sukses Bisnis di Ta... freshwind
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 18:10 WIB
Minerva yang Gegerkan Korea -
Rabu, 07/01/2009 10:46 WIB
Jadi Korban Krisis, Milyuner Jerman Bunuh Diri -
Selasa, 06/01/2009 07:00 WIB
Menteri Ekonomi 'Parpol' Bicara Soal Pemilu 2009 -
Rabu, 31/12/2008 17:01 WIB
Elpiji 3 Kg Masuk Kawasan Elit, Dirut Pertamina Geleng-Geleng -
Rabu, 24/12/2008 10:39 WIB
Pegawainya Hobi Telat, Menperin Menghibur Diri -
Minggu, 21/12/2008 11:35 WIB
Sri Mulyani 'Sentil' Insiden Pelemparan Sepatu Bush
Indeks Berita
Rabu, 09/01/2008 09:32 WIB
Profesor Sadli, si Pengkritik yang Rendah Hati
Irna Gustia - detikFinance

Prof Sadli (Foto: Dok Partai PIB)
Itulah salah satu sifat Prof Sadli yang gampang diingat publik. Sadli yang menjadi bagian perjalanan Orde Baru itu kini telah tutup usia pada umur 85 tahun, Selasa 8 Januari 2007 pukul 23.30 WIB. Dia pernah menjadi Menaker dan Menteri Pertambangan di zaman Presiden Soeharto.
Bersama ekonom senior lainnya, seperti Widjojo Nitisastro dan Emil Salim, dia sering mendapat julukan sinis: ekonom Berkeley.
Tapi apapun sebutannya tidak menyurutkan langkah Sadli yang konsisten memberikan ilmunya untuk kalangan akademisi dan negara. Sadli yang kelahiran Sumedang 10 Juni 1922 bahkan sempat menjadi penasihat ekonomi di era Presiden Megawati.
Dalam autobiografi 80 Tahun Mohamad Sadli yang ditulis sejumlah ekonom muda, disebutkan Sadli sebagai figur yang rajin melihat perjalanan ekonomi Indonesia terutama setelah krisis.
Sadli pernah mengatakan krisis ekonomi adalah berkah yang tersembunyi bagi para teknokrat di republik ini. Karena krisis itu telah membuat banyak orang tersadar dan mau melakukan reformasi yang lebih baik.
Suami dari psikolog terkenal Prof Saparinah Sadli ini juga masih rajin menulis artikel di media, yang isinya mengingatkan para pemimpin negeri ini agar jangan kembali membuat kebijakan yang keliru.
Sadli saat ini adalah guru besar ekonomi dari Universitas Indonesia. Lelaki yang punya hobi memotret ini diketahui mulai sakit sejak akhir tahun lalu.
Meski telah berpulang, Sadli meninggalkan jejak ekonomi yang bermanfaat bagi kalangan ekonom dan akademisi. Sejumlah ekonom seperti Moh Ikhsan, Faisal Basri dan Menteri Keuangan Sri Mulyani adalah segilintir murid Sadli.Selamat jalan prof Sadli... (ir/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Robert Chandran, sang Enterpreneur of The Year
- Sofyan Djalil Rela Ngos-ngosan
- Dirut BEI Setahun Tak Mancing
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
