Forum Finance
- Dirjen Pajak Khawatir Apa... bintangbaru
- Kunci Sukses Bisnis di Ta... freshwind
- Indonesia Termasuk Salah ... brightsky
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 08/01/2009 18:10 WIB
Minerva yang Gegerkan Korea -
Rabu, 07/01/2009 10:46 WIB
Jadi Korban Krisis, Milyuner Jerman Bunuh Diri -
Selasa, 06/01/2009 07:00 WIB
Menteri Ekonomi 'Parpol' Bicara Soal Pemilu 2009 -
Rabu, 31/12/2008 17:01 WIB
Elpiji 3 Kg Masuk Kawasan Elit, Dirut Pertamina Geleng-Geleng -
Rabu, 24/12/2008 10:39 WIB
Pegawainya Hobi Telat, Menperin Menghibur Diri -
Minggu, 21/12/2008 11:35 WIB
Sri Mulyani 'Sentil' Insiden Pelemparan Sepatu Bush
Indeks Berita
Senin, 14/01/2008 10:33 WIB
Anwar Nasution Curhat di Buku
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Anwar Nasution (Foto: Dok detikcom)
Curhat itu bisa ditemui dalam buku yang berjudul "Pokok Pikiran Anwar Nasution: Menuju Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan Negara". Buku itu berisi kumpulan artikel dan makalah sang ketua BPK.
Buku itu diluncurkan bersamaan dengan hari ulang tahun BPK ke-61 yang jatuh pada Senin (14/1/2008) dan dirayakan di kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
"Buku ini murni pikiran dan hasil kerja saya karena semua pidato dan makalah saya tulis sendiri," ujarnya.
Pria kelahiran Tapanuli Selatan, 5 Agustus 1942 itu pun memberikan bukunya secara simbolis kepada para mantan ketua BPK antara lain JB Sumarlin.
Dalam sambutannya, Anwar mengatakan bagi mereka yang mengikuti tulisannya, dapat mengetahui bahwa penyebab krisis utama tahun 1997-1998 adalah karena buruknya informasi pasar karena buruknya transparansi dan akuntabilitas keuangan di sektor negara.
"Pada gilirannya, informasi yang buruk itu telah membua pasar nasional menjadi tidak efektif dan tidak efisien sehingga meningkatkan biaya transaksinya," papar Anwar.
Deregulasi dan privatisasi selama masa orde baru tidak dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas, alasannya adalah karena deregulasi dan privatisasi itu hanya memindahkan hak monopoli dari sektor negara ke sekelompok kroni penguasa.
"Pendapat pribadi itu sudah saya kemukakan sebelum terjadinya krisis. Untuk itu memperbaiki transparansi dan akuntabilitas sektor negara itulaha kenapa saya menerima jabatan sebagai Deputi Gubernur Senior BI pada periode 1999-2004 dan sebagai Ketua BPK setelah itu," ujarnya
(ddn/qom)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Profesor Sadli, si Pengkritik yang Rendah Hati
- Robert Chandran, sang Enterpreneur of The Year
- Sofyan Djalil Rela Ngos-ngosan
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
