Forum Finance
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- pelecehan terhadap umat i... bengak
- Berapa Bea Masuk/Pajak Pa... Wanoja
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 15/08/2008 18:07 WIB
Mendiknas Nyaris Pingsan Karena Anggaran Pendidikan 20% -
Selasa, 12/08/2008 13:23 WIB
Teori Investasi Nilai Ala Buffett -
Senin, 11/08/2008 14:57 WIB
Mari Pangestu: Ceramah Oke, Nyanyi Nggak Pede -
Jumat, 08/08/2008 09:03 WIB
Bos Pura Group Takut Sombong -
Senin, 04/08/2008 12:37 WIB
Paskah Merasa Populer Tanpa Harus Beriklan -
Senin, 04/08/2008 12:17 WIB
Berjubah Putih, Boediono Tanggalkan Jas
Indeks Berita
Senin, 14/01/2008 13:42 WIB
Gaji Kecil, Ketua BPK Tak Iri
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Anwar Nasution (Foto: Dok detikcom)
Jakarta -
Memiliki gaji yang lebih kecil dari bawahan tidak membuat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution cemburu ataupun iri. Anwar mengaku enjoy saja gajinya lebih kecil dari anggota dan sekjen BPK.
"Gaji anggota dan gaji sekjen lebih tinggi dari gaji ketua. Gaji ketua Rp 30 juta mereka itu Rp 40 juta lebih," ujarnya dalam jumpa pers di kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (14/1/2008).
"Tapi saya tidak cemburu, karena mereka yang kerja, saya kan cuma teken-teken saja," imbuhnya sambil tertawa.
Pria kelahiran Tapanuli Selatan, 5 Agustus 1942 itu tampak antusias menjawab berbagai pertanyaan wartawan dalam konferensi pers bersamaan ulang tahun BPK ke-61.
Namun saat wartawan menanyakan kasus Soeharto, Anwar langsung terdiam dan menyerahkan kepada Wakil Ketua BPK Abdullah Zainie untuk menjawabnya. Melihat Anwar yang langsung terdiam seperti itu, hadirin pun tertawa lagi.
Orang nomor dua di BPK itu pun menuturkan selama ini di BPK sudah ada pakem, kalau suatu kasus sudah masuk ke aparat penegak hukum BPK tidak akan mengaudit.
"BPK akan mengaudit yayasan kalau ada permintaan dari aparat penegak hukum," ujar Zainie.
(ddn/qom)
Gaji Kecil, Ketua BPK Tak Iri
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Anwar Nasution (Foto: Dok detikcom)
"Gaji anggota dan gaji sekjen lebih tinggi dari gaji ketua. Gaji ketua Rp 30 juta mereka itu Rp 40 juta lebih," ujarnya dalam jumpa pers di kantor BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (14/1/2008).
"Tapi saya tidak cemburu, karena mereka yang kerja, saya kan cuma teken-teken saja," imbuhnya sambil tertawa.
Pria kelahiran Tapanuli Selatan, 5 Agustus 1942 itu tampak antusias menjawab berbagai pertanyaan wartawan dalam konferensi pers bersamaan ulang tahun BPK ke-61.
Namun saat wartawan menanyakan kasus Soeharto, Anwar langsung terdiam dan menyerahkan kepada Wakil Ketua BPK Abdullah Zainie untuk menjawabnya. Melihat Anwar yang langsung terdiam seperti itu, hadirin pun tertawa lagi.
Orang nomor dua di BPK itu pun menuturkan selama ini di BPK sudah ada pakem, kalau suatu kasus sudah masuk ke aparat penegak hukum BPK tidak akan mengaudit.
"BPK akan mengaudit yayasan kalau ada permintaan dari aparat penegak hukum," ujar Zainie.
(ddn/qom)
Komentar terkini (3 Komentar)



