Forum Finance
- The market is manipulated... investor1
- Chinese Government Wants ... investor1
- Bernanke Threatens US Eco... investor1
- Kapitalis Vs Sariah... bramgreenday
- Indonesia akan jadi kekua... Obamafans
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 04/07/2009 13:37 WIB
Menkeu: Hingga Akhir Tahun 2009 BI Rate 6,5 persen -
Sabtu, 04/07/2009 10:01 WIB
BI Rate Berpeluang Turun Menjadi 6,5 Persen di Agustus -
Jumat, 03/07/2009 16:33 WIB
Presiden Belum Ajukan Calon Gubernur BI Hingga DPR Reses -
Jumat, 03/07/2009 12:54 WIB
BI: Permodalan Bank Masih Baik, CAR Capai 17,3% -
Jumat, 03/07/2009 12:34 WIB
Cadangan Devisa RI Turun Tipis -
Jumat, 03/07/2009 12:07 WIB
BI Rate Dipangkas Jadi 6,75%
Indeks Berita
Senin, 14/01/2008 17:50 WIB
Mandiri Cari Bank Berbasis Konsumer
Wahyu Daniel - detikFinance
Jakarta -
Untuk meningkatkan porsi pembiayaan konsumer, PT Bank Mandiri Tbk akan melakukan akuisisi perusahaan multifinance atau bank yang berbasis konsumer.
Direktur Bank Mandiri Omar S Anwar mengaku dibanding pembiayaan corporate banking dan commercial banking, porsi konsumer banking Bank Mandiri masih sangat kecil.
"Kalau mau besarin konsumer ya dengan akuisisi multifinance, karena Rp 30 triliun kredit ada di luar sistem perbankan. Yang kedua, kalau memang ada bank-bank yang berbasis konsumer kenapa tidak," kata Omar di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (14/1/2008).
Omar menjelaskan Bank Mandiri kini memiliki pembiayaan corporate banking Rp 42-43 triliun, commercial banking Rp 38-39 triliun. Sedangkan konsumer per akhir akhir 2007 hanya sebesar Rp 14 triliun.
Bank Mandiri menargetkan bisa meningkatkan porsi konsumer banking hingga Rp 25-30 triliun dalam 3-5 tahun ke depan.
"Kalau hanya mengandalkan organik kita tumbuh 15-20% selama dua tahun terakhir, sebelumnya sempat tripel digit ke 100% tapi setelah itu kompetitor masuk. Jadi akuisisi itu ya," katanya.
Cabang Baru
Omar juga menjelaskan pada 2008 ini perseroan akan mendirikan beberapa kantor cabang baru.
"Maret nanti kan ada relaksasi dari BI untuk permudah mendirikan kantor cabang, kami melihat itu tak masalah kalau kami mau buka ya kita buat," katanya.
Pembukaan kantor cabang ini dengan melihat kebutuhan nasabah. Menurut Omar kalau memang aliran bisnis ada didaerah itu dan ada kriteria yang harus dipenuhi maka di daerah itu akan dibuka kantor cabang baru..
"Kalau memang di pelosok di daerah lagi booming, taruhlah di Riau, Kalimantan ada ladang minyak baru atau Cepu yang perputaran uangnya mulai meningkat jadi kita perbesar cabang disana. Itu contoh bagaimana bank harus mengikuti bisnis," katanya. (ir/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Mandiri Cari Bank Berbasis Konsumer
Wahyu Daniel - detikFinance
Direktur Bank Mandiri Omar S Anwar mengaku dibanding pembiayaan corporate banking dan commercial banking, porsi konsumer banking Bank Mandiri masih sangat kecil.
"Kalau mau besarin konsumer ya dengan akuisisi multifinance, karena Rp 30 triliun kredit ada di luar sistem perbankan. Yang kedua, kalau memang ada bank-bank yang berbasis konsumer kenapa tidak," kata Omar di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (14/1/2008).
Omar menjelaskan Bank Mandiri kini memiliki pembiayaan corporate banking Rp 42-43 triliun, commercial banking Rp 38-39 triliun. Sedangkan konsumer per akhir akhir 2007 hanya sebesar Rp 14 triliun.
Bank Mandiri menargetkan bisa meningkatkan porsi konsumer banking hingga Rp 25-30 triliun dalam 3-5 tahun ke depan.
"Kalau hanya mengandalkan organik kita tumbuh 15-20% selama dua tahun terakhir, sebelumnya sempat tripel digit ke 100% tapi setelah itu kompetitor masuk. Jadi akuisisi itu ya," katanya.
Cabang Baru
Omar juga menjelaskan pada 2008 ini perseroan akan mendirikan beberapa kantor cabang baru.
"Maret nanti kan ada relaksasi dari BI untuk permudah mendirikan kantor cabang, kami melihat itu tak masalah kalau kami mau buka ya kita buat," katanya.
Pembukaan kantor cabang ini dengan melihat kebutuhan nasabah. Menurut Omar kalau memang aliran bisnis ada didaerah itu dan ada kriteria yang harus dipenuhi maka di daerah itu akan dibuka kantor cabang baru..
"Kalau memang di pelosok di daerah lagi booming, taruhlah di Riau, Kalimantan ada ladang minyak baru atau Cepu yang perputaran uangnya mulai meningkat jadi kita perbesar cabang disana. Itu contoh bagaimana bank harus mengikuti bisnis," katanya. (ir/qom)
Info Kurs,berita financial dan ekonomi.
Ketik: REG ECO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Telkomsel, Flexi).
Ketik: REG EKO kirim SMS ke 3845 (khusus pelanggan Indosat dan Hutch 3).
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
