Forum Finance
- Harga sembako hari ini... Kurt_Cobain
- Help me Please!! (bagi-ba... yumco
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 26/08/2008 16:45 WIB
Ulang Tahun ke-46, Sri Mulyani Berharap Pengangguran Turun -
Selasa, 26/08/2008 15:19 WIB
Menkeu Haramkan Kompromi Pengelolaan Utang -
Jumat, 22/08/2008 14:41 WIB
Bhumibol Raja Terkaya di Dunia -
Selasa, 19/08/2008 14:19 WIB
Harta Dirut Jamsostek Tambah Rp 500 Juta -
Jumat, 15/08/2008 18:07 WIB
Mendiknas Nyaris Pingsan Karena Anggaran Pendidikan 20% -
Selasa, 12/08/2008 13:23 WIB
Teori Investasi Nilai Ala Buffett
Indeks Berita
Jumat, 25/01/2008 09:59 WIB
Jerome Kerviel, si Pembobol SocGen Rp 67 Triliun
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Jerome Kerviel (Foto: BBC)
Paris -
Masih muda dan membuat rekor rugi terbesar. Itulah potret pembobol bank terbesar di Prancis Societe Generale (SocGen). Dalam usia yang baru 31 tahun, Jerome Kerviel 'sukses' membuat SocGen rugi sekitar 4,9 miliar euro atau U$ 7,1 miliar (Rp 67 triliun).
Kerugian yang dibuat Kerviel ini lebih besar 4 kali lipat dibanding pembobol bank Inggris Baring Bank, Nick Leeson. Leeson akhirnya dikurung 6,5 tahun gara-gara ulahnya membuat Baring Banks rugi.
"Ini adalah kisah serupa dengan Nick Leeson, kisahnya benar-benar sama. Kita melihat seorang pialang yang melakukan perdagangan berjangka atau derivatif dan menyembunyikan kerugian dengan menggunakan kelemahan dalam sistem manajemen risiko," ujar analis dari Celent, Axel Pierron seperti dikutip dari Forbes, Jumat (25/1/2008).
Bagaimana tanggapan Leeson saat 'hasil karyanya' dicontek? Seperti dilansir BBC, Leeson mengaku tidak kaget dengan aksi jahanam Kerviel. Yang membuat dia kaget hanya angka kerugiannya yang keterlaluan besarnya.
"Perdagangan seperti itu biasa terjadi tiap hari dalam pasar keuangan. Apa yang membuat kaget saya adalah skalanya, saya tidak pernah mengira kerugian bisa sebesar ini," ujar Leeson.
Kerviel sudah bekerja di Societe Generale sejak tahun 2000. Dia mendapat gaji sekitar US$ 147.164 per tahun.
Pierron juga menilai Kerviel yang masih muda ingin mengejar bonus yang tinggi sehingga dia mau mengambil risiko yang besar. Kerviel di mata Perron tidak ingin mencuri dari bank itu.
"Kerviel ini memiliki kinerja yang bagus pada tahun 2006," ujarnya.
Kombinasi dari kinerja yang baik dan ego yang tinggi bisa membuat Kerviel mengambil risiko itu untuk mencoba mengalahkan pasar. Societe General sendiri enggan berkomentar mengenai laporan media soal Kerviel ini.
Pembobolan ini sekaligus menambah besar kerugian yang diderita SocGen. Bank tersebut juga menderita rugi hingga 2 miliar euro akibat krisis subprime mortgage.
Dengan sederetan kemalangan itu, maka Societe Generale hanya berhasil membukukan laba bersih antara 600-800 juta euro di tahun 2007, atau merosot jauh dibandingkan laba bersih US$ 5,2 miliar yang dicetak pada tahun 2006.
(ddn/qom)
Jerome Kerviel, si Pembobol SocGen Rp 67 Triliun
Dadan Kuswaraharja - detikFinance

Jerome Kerviel (Foto: BBC)
Kerugian yang dibuat Kerviel ini lebih besar 4 kali lipat dibanding pembobol bank Inggris Baring Bank, Nick Leeson. Leeson akhirnya dikurung 6,5 tahun gara-gara ulahnya membuat Baring Banks rugi.
"Ini adalah kisah serupa dengan Nick Leeson, kisahnya benar-benar sama. Kita melihat seorang pialang yang melakukan perdagangan berjangka atau derivatif dan menyembunyikan kerugian dengan menggunakan kelemahan dalam sistem manajemen risiko," ujar analis dari Celent, Axel Pierron seperti dikutip dari Forbes, Jumat (25/1/2008).
Bagaimana tanggapan Leeson saat 'hasil karyanya' dicontek? Seperti dilansir BBC, Leeson mengaku tidak kaget dengan aksi jahanam Kerviel. Yang membuat dia kaget hanya angka kerugiannya yang keterlaluan besarnya.
"Perdagangan seperti itu biasa terjadi tiap hari dalam pasar keuangan. Apa yang membuat kaget saya adalah skalanya, saya tidak pernah mengira kerugian bisa sebesar ini," ujar Leeson.
Kerviel sudah bekerja di Societe Generale sejak tahun 2000. Dia mendapat gaji sekitar US$ 147.164 per tahun.
Pierron juga menilai Kerviel yang masih muda ingin mengejar bonus yang tinggi sehingga dia mau mengambil risiko yang besar. Kerviel di mata Perron tidak ingin mencuri dari bank itu.
"Kerviel ini memiliki kinerja yang bagus pada tahun 2006," ujarnya.
Kombinasi dari kinerja yang baik dan ego yang tinggi bisa membuat Kerviel mengambil risiko itu untuk mencoba mengalahkan pasar. Societe General sendiri enggan berkomentar mengenai laporan media soal Kerviel ini.
Pembobolan ini sekaligus menambah besar kerugian yang diderita SocGen. Bank tersebut juga menderita rugi hingga 2 miliar euro akibat krisis subprime mortgage.
Dengan sederetan kemalangan itu, maka Societe Generale hanya berhasil membukukan laba bersih antara 600-800 juta euro di tahun 2007, atau merosot jauh dibandingkan laba bersih US$ 5,2 miliar yang dicetak pada tahun 2006.
(ddn/qom)
Komentar terkini (9 Komentar)
