Forum Finance
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- [info]deposito standard c... StanChart
- Apa yang menyebabkan kris... OmniScience
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 17/11/2008 15:54 WIB
IPEI: Pialang Saham Jangan Takut Karena Kasus Erick -
Kamis, 30/10/2008 07:01 WIB
Wawancara CEO Goodyear
Memetik Untung di Tengah Krisis -
Kamis, 16/10/2008 09:02 WIB
Wawancara Warwick Brady
Mandala Airlines Bangkit di Usia Lawas -
Jumat, 26/09/2008 10:03 WIB
Wawancara Erwin Aksa
Geliat Bosowa di Indonesia Timur -
Kamis, 18/09/2008 08:20 WIB
Wawancara CEO Stanchart:
Masih Optimistis untuk Indonesia -
Selasa, 09/09/2008 08:36 WIB
Wawancara GT Soerbakti
Lorena, Piawai di Darat Bersiap ke Udara
Indeks Berita
Rabu, 20/02/2008 08:15 WIB
Wawancara Robert Eskapa
1.000 'Izzi' dalam 20 Tahun
Indro Bagus SU - detikFinance

Robert Eskapa (Foto: Indro Bagus SU)
Robert tampaknya sangat mencintai bisnis terakhirnya ini setelah sebelumnya berganti-ganti jenis bisnis. Bahkan ia menargetkan 'Izzi' bisa membuat 1.000 unit cabang dalam 20 tahun ke depan.
Uniknya, restoran dibawah pimpinan seorang enterpreneur asal Inggris ini, tidak memiliki strategi marketing yang njelimet nan ruwet. Filosofinya hanya mendasarkan diri pada prinsip "Passion and Love."
Bagaimana lika-liku Robert A Eskapa menjalankan bisnisnya? Berikut wawancara detikFinance dengan Robert di restoran Izzi cabang Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (19/2/2008).
Bagaimana anda memulai bisnis ini?
Awalnya, saya datang ke Indonesia tahun 1997 untuk bisnis batubara. Kemudian malah ikutan bisnis dotcom seperti Detik. Namun akhirnya saya jual, dan uangnya untuk investasi di bisnis restoran pizza Italia. Izzi Pizza pertama buka di pondok indah, tahun 2002.
Apakah Izzi menggunakan resep buatan anda?
I believe that nobody's recipe in this world. Jadi semuanya hasil kerja tim. Dulunya memang hanya menyajikan resep pizza Italia, tapi sejak 2007 kita menambahkan menu masakan Asia. Sejak itu kita ganti nama jadi Izzi saja. Sekarang sekitar 40% menu masakan Asia seperti Kamboja, Thailand, Indonesia, dan sebagainya.
Bagaimana keadaan bisnis ini sekarang?
Sangat kompetitif. Ini adalah bisnis yang serius, karena banyak restoran yang ramai hanya pada saat weekend. Tapi kita tidak bisa jalankan bisnis hanya saat weekend. Jadi sangat sulit untuk tetap bertahan jika tidak serius.
Tantangan bisnis ini?
Tantangan utamanya adalah maraknya bisnis restoran dan mal. Sekarang ada 15 mal baru, jadi sedikit gila.
Bagaimana pangsa pasar Izzi di Indonesia?
Saya kira dalam bisnis ini, sangat sulit kita mengukur pangsa pasar. Tapi saya jamin, Izzi adalah strong brand. Kita pernah mencapai 10 ribu konsumen dalam satu hari tahun lalu. Boleh saya bilang Izzi cukup bagus di bisnis ini.
Bagaimana dengan kompetitor?
Filosofi kami, setiap orang yang menjual makanan adalah kompetitor, bahkan ketika anda makan di rumah, karena sebenarnya kami ingin anda tidak makan selain di Izzi. Namun, ada beberapa kompetitor bagus di Indonesia, tapi tidak bisa saya bilang namanya. Overall, kompetitor yang paling menantang adalah market itu sendiri, dengan maraknya jumlah mal dan restoran.
Strategi survive di bisnis ini?
Dengan banyaknya kompetitor, saya kira hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah memberi pelayanan yang bagus.
Apa keunikan yang ditawarkan Izzi?
Passion and Love. Itu strategi marketing Izzi. Kami ingin menjadi yang terbaik. Oleh karena itu kami ingin membuat customer senang, yaitu dengan memberikan pelayanan yang bagus dan good food. Dan tentunya memaksimalisasi kualitas dan meminimalisir cost.
Berapa cabang sekarang?
15. Tahun ini kita agak melambat, mungkin hanya akan tambah 5 lagi. Jadi total tahun ini mungkin 20. Dari 15 itu, 11 di Jakarta, 2 Malaysia, 2 Surabaya. Tahun ini di Jakarta akan tambah setidaknya 3 atau 4 cabang. 1 di Kuala Lumpur. Franchise yang kita punya hanya 2 yang di Surabaya. Sebenarnya ada 3 franchise di Surabaya, tapi 1 belum buka.
Saya punya target untuk memiliki hingga 1000 unit. Sekarang saya punya 15, jadi kurang 985 lagi kan. Mungkin dalam 20 tahun lagi, saat saya berumur 55 tahun. Kenapa nggak? (dro/qom)
Baca juga :
- Wawancara Robert Eskapa
1.000 'Izzi' dalam 20 Tahun - Wawancara Mentan Anton Apriyantono
Tak Benar RI Importir Kedelai Terbesar di Dunia - Wawancara Simon Sembiring (7)
Komoditas Idola di Tahun 2008
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
