Berita Lain

Indeks Berita



Jumat, 22/02/2008 09:31 WIB
Konsultasi Keuangan
Berutang untuk Beli Reksa Dana, Tepat kah?
Joannes Widjajanto - detikFinance


Jakarta - Saya seorang PNS Pemda DKI Jakarta (Guru SMP) dengan pendapatan sekitar Rp 6,5 jt per bulan. Umur saya47 tahun, dan istri saya tidak bekerja atau ibu rumah tangga, anak satu orang berumur 8 tahun (kelas II SD).   

Sebagai nasabah Bank DKI dan gaji dibayarkan melalui bank DKI, saya diberikan kemudahan untuk mengambil kredit di bank tersebut dengan bunga pinjaman sekitar 10 persen per tahun.

Saya berencana mengambil kredit dari bank tersebut Rp. 50 juta untuk masa pengembalian 4 tahun. Dana tersebut akan saya investasikan ke produk  Reksadana Saham untuk jangka 5-10 tahun, yaitu untuk persiapan dana pendidikan anak saya di SMA dan PT kelak. Pada saat ini saya telah menginvestasikan dana yang saya miliki ke reksadana saham dengan tujuan untuk pertumbuhan aset.

Pertanyan :

Apakah perencanaan keuangan yang saya buat tersebut tepat atau positif?.

Jawab :

Bapak Ngatiman, saya sangat senang bahwa Bapak sudah punya kepedulian untuk mempersiapkan dana pendidikan untuk putra Bapak.

Sebelum kita membahas permasalahan Bapak, ada 2 hal perlu diperhatikan. Yang pertama sumber pendanaan dan 'kendaraan' untuk pengakumulasian dana.

Untuk sumber pendanaan, seperti yang dijelaskan di atas, Bapak menggunakan dana pinjaman dari Bank untuk persiapan dana ini. Sedangkan 'kendaraan' yang dipakai adalah reksadana saham. Dari perhitungan yang dilakukan, cicilan per bulan yang perlu dibayarkan setiap bulan adalah sekitar Rp. 1,5 juta.

Untuk mekanisme yang Bapak pikirkan di atas, perlu dilihat bahwa pengenaan bunga untuk kredit adalah tetap selama 4 tahun sebesar 10%, sedangkan hasil investasi pada reksadana saham bergerak dinamis sesuai dengan perkembangan pasar.  Juga perlu diperhatikan adanya dana awal untuk pengambilan kredit ini, seperti biaya administrasi, biaya notaris dan lain sebagainya.

Demikian pula untuk reksadana saham yang akan dipakai sebagai tempat pengakumulasian dana, ada initial fee yang harus dibayarkan di awal, dan withdrawal fee saat kita menarik sebagian dana dari account reksadana kita. Jadi Bapak tidak disarankan untuk melakukan hal ini untuk mempersiapkan dana pendidikan ini.

Ada saran untuk menyisihkan dana dari pendapatan setiap bulannya untuk dana pendidikan. Besar dana yang disisihkan tergantung dengan target dana pendidikan yang akan disiapkan, kapan dana ini akan dipakai dan 'kendaraan' investasi yang akan dipakai.

Selamat berhitung.

Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning


 (qom/qom)

Baca juga :