Berita Lain

Indeks Berita





Kamis, 13/03/2008 12:52 WIB
Suzuki Berambisi Rakit Moge di Indonesia Sebelum 2015
Suhendra - detikFinance



Moge Suzuki (Foto: Suhendra)
Bogor - PT Suzuki Niaga Internasional berambisi merakit motor besar alias moge sekelas sport di Indonesia. Optimisme ini didasarkan pada potensi pasar yang besar di Indonesia dan memanfaatkan pasar bebas ASEAN pada 2015.
 
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur PT Indomobil Niaga Internasional Soebronto Laras, disela-sela acara peluncuran motor Suzuki CBU di Sentul, Bogor, Kamis (13/3/2008).
 
"Kita punya ambisi, karena sepeda motor itu adalah industri padat karya, kalau mobil itu pakai robot kalau motor itu semuanya pakai tangan, makanya tenaga kerja semakin mahal. Nah, nantinya kita harapkan yang besar-besar kita buat disini lalu kita ekspor ke mancanegara, 2015 itu kan pasar bebas ASEAN kan," kata Soebronto Laras
 
Menurutnya, potensi pasar motor di ASEAN mencapai 600 juta terutama bagi negara-negara seperti di Thailand, Malaysia, Indonesia yang memiliki minat besar terhadap motor besar.
 
"Di Thailand motor besar bebas masuk jalan-jalan high way, karena regulasi pemerintahnya mendukung, sehingga motor besar pesat disana," katanya.
 
Ia berharap ketika pasar ASEAN berlangsung pada 2015 biaya masuk menjadi 0%. Sehingga, lanjut Soebronto, hal itu bisa menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memanfaatkan untuk menjadi basis produksi moge.

Indonesia pun bisa diuntungkan karena bisa menambah lapangan kerja, sementara harga moge tentunya akan lebih murah bila dibanding dirakit di negara lain.
 
"Yang paling penting prinsipal harus melihat kita karena kemampuan kita baik, karena kita harus bersaing dengan Thailand, Vietnam yaitu dengan membuat lebih baik dari mereka," katanya.
 
Soebronto mengatakan, soal investasi tidak menjadi masalah karena pihak prinsipal Suzuki di Jepang tentunya akan menyiapkannya. Sekarang ini, katanya hanya tinggal membutuhkan investasi cetakan saja.

"Kalau cetakan itu enggak terlalu banyak khusus cetakan plastik US$ 1 juta.Kalau buat pabrik motor besar itu mesinnya masih bisa impor tapi yang lainnya kita sudah ada seperti frame dan lain-lain," ungkapnya.
 
Ia menilai justru yang harus dilakukan oleh Suzuki Indonesia adalah melakukan persiapan selama 7 tahun kedepan. "Ini penting, ini yang saya akan buat manuver untuk prinsipal Suzuki di Jepang," katanya.(hen/qom)
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518