Forum Finance
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- pelecehan terhadap umat i... bengak
- Berapa Bea Masuk/Pajak Pa... Wanoja
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 19/08/2008 11:43 WIB
Ternak Uang dari Kelinci -
Jumat, 08/08/2008 08:05 WIB
Utak-atik Laba di Mainan Anak -
Senin, 04/08/2008 08:33 WIB
Bisnis Mobil Kayu Pak Marsa'ad -
Kamis, 31/07/2008 12:15 WIB
Bakmi Gila, dari Pinggir Jalan ke Apartemen Mewah -
Selasa, 22/07/2008 16:58 WIB
Cari Laptop? Ke Depperin Saja... -
Senin, 21/07/2008 09:21 WIB
Meraup Laba di Bisnis Kurir
Indeks Berita
Rabu, 19/03/2008 15:42 WIB
Langsing Sekaligus Untung
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

My Body Slim (Foto: Alih Istik)
Jakarta -
Ingin melangsingkan badan di pusat kebugaran? Pasti banyak diantara Anda yang langsung mengurungkan niat begitu mengetahui biaya yang harus dikeluarkan.
Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan dari kantong Anda untuk mendapatkan tubuh ideal mencapai Rp 3-10 juta untuk setiap kali terapi. Padahal, untuk mencapai bentuk tubuh yang diinginkan, biasanya dibutuhkan 3-4 kali terapi. Jadi tinggal dikalikan saja, mahal kan?
Melihat kondisi seperti ini, Roni Poniman yang sejak 1980-an berkecimpung di dunia pelangsingan tubuh berkeinginan menciptakan fasilitas pelangsingan tubuh yang murah meriah.
Dengan alat yang disebut Body Renova, setiap terapi pelangsingan tubuh hanya dibandrol Rp 60.000. Kalau mengambil paket lima kali terapi, Anda dapat satu kali gratis terapi. Bahkan jika mengambil paket 10 kali terapi dapat gratis dua terapi.
Dibawah bendera My Body Slim, Roni berhasil menggaet konsumen hingga 100 pasien per harinya dengan moto Low Cost Slimming Center. My Body Slim kini bisa ditemukan di beberapa rumah sakit terkemuka. Dan rencana selanjutnya adalah memperluas jaringannya dengan konsep franchise.
"Yang kita incar adalah dengan membuka outlet di ruko-ruko perumahan. Jadi dekat dengan konsumen," kata Roni pada detikFinance.
Modal untuk membuka waralaba 'My Body Slim' sekitar Rp 115 juta. Roni menjamin, investasi itu bisa balik modal kurang dari satu tahun. "Karena setiap harinya bisa datang pasien 30-150 orang," lanjutnya.
Dengan modal itu, franchisee akan mendapat 6 unit mesin Body Renova, dan seperangkat software database sidik jari. Jadi, setiap pasien cukup menggunakan jarinya untuk mengecek catatan terapinya. "Paperless," tegasnya.
Franchisee juga akan mendapat pelatihan khusus dan alat kedokteran lainnya seperti support serum. Yang unik dari pusat pelangsingan ini adalah proses terapi yang berbeda dengan pusat pelangsingan lainnya. Pasien yang berobat cukup duduk manis dibelit alat penggempur lemak (Body Renova) bersama dengan lima pasien lainnya dalam satu ruangan. Saat alat penggempur lemak itu bekerja, Anda dan pasien lainnya akan disuguhi penjelasan mengenai obesitas.
"Jadi kita juga melakukan edukasi untuk merubah mindset pasien sehingga mereka mau merubah pola hidupnya," katanya. Ditengah maraknya obesitas yang melanda masyarakat, terapi pelangsingan yang murah meriah sudah pasti ditunggu.
Anda tertarik? Hubungi My Body Slim: Jl. KH Wahid Hasyim No 62 C, Jakarta 10350. Telpon 39833810, Fax: 3923859 Atau email: ronitopmaster@yahoo.com.sg
(lih/qom)
Langsing Sekaligus Untung
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

My Body Slim (Foto: Alih Istik)
Rata-rata biaya yang harus dikeluarkan dari kantong Anda untuk mendapatkan tubuh ideal mencapai Rp 3-10 juta untuk setiap kali terapi. Padahal, untuk mencapai bentuk tubuh yang diinginkan, biasanya dibutuhkan 3-4 kali terapi. Jadi tinggal dikalikan saja, mahal kan?
Melihat kondisi seperti ini, Roni Poniman yang sejak 1980-an berkecimpung di dunia pelangsingan tubuh berkeinginan menciptakan fasilitas pelangsingan tubuh yang murah meriah.
Dengan alat yang disebut Body Renova, setiap terapi pelangsingan tubuh hanya dibandrol Rp 60.000. Kalau mengambil paket lima kali terapi, Anda dapat satu kali gratis terapi. Bahkan jika mengambil paket 10 kali terapi dapat gratis dua terapi.
Dibawah bendera My Body Slim, Roni berhasil menggaet konsumen hingga 100 pasien per harinya dengan moto Low Cost Slimming Center. My Body Slim kini bisa ditemukan di beberapa rumah sakit terkemuka. Dan rencana selanjutnya adalah memperluas jaringannya dengan konsep franchise.
"Yang kita incar adalah dengan membuka outlet di ruko-ruko perumahan. Jadi dekat dengan konsumen," kata Roni pada detikFinance.
Modal untuk membuka waralaba 'My Body Slim' sekitar Rp 115 juta. Roni menjamin, investasi itu bisa balik modal kurang dari satu tahun. "Karena setiap harinya bisa datang pasien 30-150 orang," lanjutnya.
Dengan modal itu, franchisee akan mendapat 6 unit mesin Body Renova, dan seperangkat software database sidik jari. Jadi, setiap pasien cukup menggunakan jarinya untuk mengecek catatan terapinya. "Paperless," tegasnya.
Franchisee juga akan mendapat pelatihan khusus dan alat kedokteran lainnya seperti support serum. Yang unik dari pusat pelangsingan ini adalah proses terapi yang berbeda dengan pusat pelangsingan lainnya. Pasien yang berobat cukup duduk manis dibelit alat penggempur lemak (Body Renova) bersama dengan lima pasien lainnya dalam satu ruangan. Saat alat penggempur lemak itu bekerja, Anda dan pasien lainnya akan disuguhi penjelasan mengenai obesitas.
"Jadi kita juga melakukan edukasi untuk merubah mindset pasien sehingga mereka mau merubah pola hidupnya," katanya. Ditengah maraknya obesitas yang melanda masyarakat, terapi pelangsingan yang murah meriah sudah pasti ditunggu.
Anda tertarik? Hubungi My Body Slim: Jl. KH Wahid Hasyim No 62 C, Jakarta 10350. Telpon 39833810, Fax: 3923859 Atau email: ronitopmaster@yahoo.com.sg
(lih/qom)



