Forum Finance
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Rupiah terus anjlok menuj... shiyilang
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 02/12/2008 18:43 WIB
BI Harus Batalkan Kontrak Produk-produk Spekulatif -
Selasa, 02/12/2008 17:15 WIB
4 Bank Disinyalir Jual Produk Spekulatif -
Selasa, 02/12/2008 14:17 WIB
Pendanaan Makin Mahal dan Sulit -
Selasa, 02/12/2008 13:03 WIB
100% Dana Pensiun PNS Jadi Beban APBN -
Selasa, 02/12/2008 12:40 WIB
Pemerintah Tunda Penerbitan Sukuk Valas -
Senin, 01/12/2008 15:44 WIB
CAR Bank Century Sudah 10%
Indeks Berita
Selasa, 25/03/2008 10:29 WIB
Krisis Finansial Dipicu oleh Besarnya Bonus untuk Bankir
Nurul Qomariyah - detikFinance

Demikian disampaikan ekonom pemenang Nobel, Joseph Stiglitz dalam tulisannya di harian Independent, seperti dikutip dari AFP, Selasa (25/3/2008).
"Sistem kompensasi itu tentu saja memberikan kontribusi bagi jalan penting menuju krisis," ujar Stiglitz.
Menurut Stiglitz, bonus itu memang ditujukan untuk mendorong bankir berani mengambil risiko. Namun bonus itu juga sekaligus mendorong bankir untuk mengambil risiko secara berlebihan.
"Efeknya, bonus itu dibayarkan kepada para bankir untuk berjudi. Ketika segala sesuatunya berjalan dengan baik, mereka berlalu dengan bonus yang sangat besar. Namun ketika segala sesuatunya berbalik menjadi buruk ---seperti sekarang---, mereka tidak berbagi kerugian," tegasnya.
"Bahkan jika mereka harus kehilangan pekerjaan, mereka tetap berlalu dengan imbalan yang cukup besar," tegas ekonom kelahiran 9 Februari 1943 ini.
Menurut harian Independen, bonus yang diberikan di kota London mencapai 6 miliar pound atau sekitar US$ 12 miliar pada tahun ini. Bonus itu tetap diberikan meski bank-bank mengalami kegagalan dan jumlah hapus buku mencapai 60 miliar pound.
Menurut Stiglitz, solusinya adalah membuat para bankir bersedia berbagi kerugian, sebagaimana mereka mau berbagi bonus jika berhasil. Ia mencontohkan, bonus untuk jangka waktu 10 tahun. Jika mereka gagal pada tahun kedua, ketiga atau keempat, maka bonus akan berkurang secara otomatis.
Mantan kepala ekonom Bank Dunia ini juga mengkritik regulator yang dianggapnya tidak melakukan hal sebagaimana seharusnya dalam mengatasi krisis.
"Aturan-aturan yang dibuat tidak bisa berinovasi di pasar finansial," pungkas peraih Nobel di tahun 2001 itu.(qom/ir)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- The Fed Kembali Suntik US$ 200 Miliar ke Pasar
- Inggris Nasionalisasi Northern Rock
- FBI Investigasi Krisis Subprime
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
