Berita Lain

Indeks Berita





Kamis, 27/03/2008 13:21 WIB
Smart Card Rawan Diselewengkan
Arry Anggadha - detikFinance


Jakarta - Smart Card alias kartu pintar BBM justru rawan diselewengkan. Kalau pemerintah mau menghemat subsidi BBM, mestinya dilakukan saja dengan menaikkan harga BBM.

Namun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan agar pemerintah hanya menaikkan harga BBM maksimal 10 persen.

"Pemerintah sebaiknya naikan saja harga BBM tetapi jangan terlalu tinggi, sekitar 5 sampai 10 persen saja," kata Ketum Apindo Sofyan Wanandi saat Munas Apindo ke-VIII di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (27/3/2008).

Menurutnya, kenaikan ini lebih realistis dibanding rencana seperti pembatasan BBM dengan menggunakan smart card, dan lain sebagainya.

"Dengan smart card justru nanti lebih banyak hilangnya. Siapa yang bisa jamin benar, dengan kondisi aparat kita seperti ini,  kacau itu nanti, diselewengkan," ujar Sofyan.

Sofyan menjelaskan, dengan kenaikan 5 sampai 10 persen ini tidak berpengaruh terhadap inflasi. Kenaikan harga sembako pun diperkirakan tidak terlalu drastis.

"Karena itu harus dilakukan dengan terencana dan jangan terlalu tergesa-gesa," pungkasnya.(ary/qom)
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518