Forum Finance
- Rahasia Tersembunyi Metod... warungmp3
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 29/08/2008 20:36 WIB
Laporan dari Frankfurt
Investor, RI Sudah Lebih Atraktif -
Jumat, 29/08/2008 19:15 WIB
PT KA Siapkan Kereta Tambahan, Harga Tiket Tetap -
Jumat, 29/08/2008 18:59 WIB
Jumlah Pemudik Diperkirakan Capai 15,8 Juta Lebih -
Jumat, 29/08/2008 18:51 WIB
PLN Dilarang Ganggu Pasokan Listrik Saat Puasa dan Lebaran -
Jumat, 29/08/2008 18:30 WIB
Pasar Murah Digelar Saat Puasa -
Jumat, 29/08/2008 17:49 WIB
Pengecer Elpiji Nakal Bakal Diskors
Indeks Berita
Kamis, 27/03/2008 13:21 WIB
Smart Card Rawan Diselewengkan
Arry Anggadha - detikFinance
Jakarta -
Smart Card alias kartu pintar BBM justru rawan diselewengkan. Kalau pemerintah mau menghemat subsidi BBM, mestinya dilakukan saja dengan menaikkan harga BBM.
Namun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan agar pemerintah hanya menaikkan harga BBM maksimal 10 persen.
"Pemerintah sebaiknya naikan saja harga BBM tetapi jangan terlalu tinggi, sekitar 5 sampai 10 persen saja," kata Ketum Apindo Sofyan Wanandi saat Munas Apindo ke-VIII di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (27/3/2008).
Menurutnya, kenaikan ini lebih realistis dibanding rencana seperti pembatasan BBM dengan menggunakan smart card, dan lain sebagainya.
"Dengan smart card justru nanti lebih banyak hilangnya. Siapa yang bisa jamin benar, dengan kondisi aparat kita seperti ini, kacau itu nanti, diselewengkan," ujar Sofyan.
Sofyan menjelaskan, dengan kenaikan 5 sampai 10 persen ini tidak berpengaruh terhadap inflasi. Kenaikan harga sembako pun diperkirakan tidak terlalu drastis.
"Karena itu harus dilakukan dengan terencana dan jangan terlalu tergesa-gesa," pungkasnya.(ary/qom)
Smart Card Rawan Diselewengkan
Arry Anggadha - detikFinance
Namun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengusulkan agar pemerintah hanya menaikkan harga BBM maksimal 10 persen.
"Pemerintah sebaiknya naikan saja harga BBM tetapi jangan terlalu tinggi, sekitar 5 sampai 10 persen saja," kata Ketum Apindo Sofyan Wanandi saat Munas Apindo ke-VIII di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (27/3/2008).
Menurutnya, kenaikan ini lebih realistis dibanding rencana seperti pembatasan BBM dengan menggunakan smart card, dan lain sebagainya.
"Dengan smart card justru nanti lebih banyak hilangnya. Siapa yang bisa jamin benar, dengan kondisi aparat kita seperti ini, kacau itu nanti, diselewengkan," ujar Sofyan.
Sofyan menjelaskan, dengan kenaikan 5 sampai 10 persen ini tidak berpengaruh terhadap inflasi. Kenaikan harga sembako pun diperkirakan tidak terlalu drastis.
"Karena itu harus dilakukan dengan terencana dan jangan terlalu tergesa-gesa," pungkasnya.(ary/qom)
Komentar terkini (1 Komentar)
