Forum Finance
- Kapan upiah menguat????... fuajuar
- Rupiah terus anjlok menuj... shiyilang
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Rabu, 26/11/2008 10:48 WIB
Jual Beli KIK EBA Dibatasi Maksimal 10% -
Kamis, 20/11/2008 08:43 WIB
Selamatkan 30% Investasi ke Emas -
Selasa, 11/11/2008 13:52 WIB
Jangan Tergiur Bunga Tinggi! -
Sabtu, 08/11/2008 16:45 WIB
Prospek Properti di Tengah Krisis -
Kamis, 30/10/2008 09:02 WIB
Jangan Taruh Investasi dalam Satu Keranjang -
Selasa, 21/10/2008 12:36 WIB
Benarkah Triliunan Dolar Dana Lenyap dari Pasar Saham?
Indeks Berita
Kamis, 03/04/2008 14:54 WIB
Investor ORI Diminta Tak Panik
Suhendra - detikFinance

Rahmat Waluyanto (Ddn)
Namun pemerintah meminta investor obligasi negara khususnya investor Oobligasi Ritel Indonesia (ORI) untuk tidak panik.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto, dalam acara konferensi Pers di Gedung Depkeu, Lapangan Banteng, Kamis (3/4/2008).
"Pemerintah mengimbau agar para investor ORI jangan panik dengan kondisi seperti ini, jangan menjual pada saat harga turun, jual lah pada harga tinggi atau kalau mau aman jual lah pada jatuh tempo," ujarnya.
Rahmat pun sempat dihubungi Menkeu Sri Mulyani untuk menanyakan kondisi pasar padahal fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup baik.
Mengenai ORI, pemerintah akan kembali menerbitkan ORI terbaru yaitu ORI seri 005 pada bulan September 2008. Rencananya penerbitannya akan dilakukan secara teratur dalam setahun dua kali.
"Kita mencoba mengeluarkan lebih teratur setahun dua kali, termasuk target ibu rumah tangga," ujarnya.
Beberapa seri ORI yang diterbitkan pemerintah memang banyak yang diburu oleh ibu-ibu rumah tangga. Misalnya untuk ORI 003, sebanyak 21,93% pembeli ORI merupakan ibu rumah tangga.
(hen/ddn) Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
