Forum Finance
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Bukan Kampanye Politik : ... Realistis
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 20/11/2008 13:22 WIB
Serba Hati-hati Untuk Kredit -
Kamis, 20/11/2008 12:29 WIB
BNI Gandeng 3 Perusahaan -
Kamis, 20/11/2008 12:20 WIB
BII Tangani Pengiriman Uang TKI Malaysia -
Kamis, 20/11/2008 10:43 WIB
BII Tambah Provisi Kredit Kendaraan Bermotor -
Rabu, 19/11/2008 18:18 WIB
BNI Pertahankan Porsi KPR dan Kredit Kendaraan -
Rabu, 19/11/2008 16:55 WIB
BTN Pilih-pilih Nasabah untuk KPR
Indeks Berita
Jumat, 04/04/2008 12:40 WIB
BI: Tekanan Sistem Keuangan Belum ada Ujungnya
Fitraya Ramadhanny - detikFinance

Burhanuddin Abdullah (Ist)
Hal tersebut disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di kantor presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (4/4/2008).
"Stabilitas sistem keuangan kita memang agak-agak tertekan akhir-akhir ini karena masalah-masalah di global yang masih terus berlanjut, yang belum kita lihat ujungnya," jelas Burhanuddin.
Apalagi, kata Burhanuddin, dalam proyeksi IMF yang terakhir juga menyebutkan tentang perekonomian AS yang terus melemah sehingga meningkatkan risiko resesi global.
"Itu juga kan tentu akan mempengaruhi neraca pembayaran kita, kepada ekspor kita, ini harus diwaspadai," imbuhnya.
Namun Burhanuddin melihat sistem perbankan Indonesia masih tetap terjada dari tekanan tersebut karena tingginya CAR. Sedangkan NPL juga masih terjaga di bawah 5%
"Saya kira masih cukup terjaga," ujar Burhanuddin yang akan segera lengser 17 Mei mendatang ini.
Stabilitas Rupiah
Ditengah gejolak pasar finansial, BI juga terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hasilnya, dalam 6 pekan terakhir rupiah tetap terjaga meski mata uang lainnya bergejolak.
"Kita masih sangat hati-hati, tapi kalau di pasar valas kita terus cermati dan kita lakukan sehingga dalam 6 minggu terakhir ini kita lihat nilai tukar kita kan relatif stabil pada Rp 9.200 (per dolar AS)," pungkasnya.
(qom/ddn)
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Krisis Finansial Dipicu oleh Besarnya Bonus untuk Bankir
- The Fed Kembali Suntik US$ 200 Miliar ke Pasar
- Inggris Nasionalisasi Northern Rock
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
