Berita Lain

Indeks Berita





Rabu, 16/04/2008 18:32 WIB
Produksi Beras Harus Naik 5% Sebelum Ekspor
Suhendra - detikFinance



Mustafa Abubakar (hen)
Jakarta - Bulog kemungkinan baru akan melakukan ekspor beras di tahun 2009. Syaratnya, produksi beras di tahun 2008 dan tahun 2009 harus bisa naik masing-masing 5%.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Bulog Mustafa Abubakar dalam acara konferensi pers di gedung Bulog, Jakarta, Rabu (16/4/2008).
 
"Tahun 2009, kalau peningkatan 5% tahun 2008 dan naik lagi 5% pada 2009 kita akan surplus pada saat itu. fasilitas ekspor yang diberikan pada Bulog bisa digunakan," kata Mustafa.
 
Untuk tahun ini Bulog belum akan memanfaatkan fasilitas ekspor yang diberikan Depdag. Tetapi Bulog akan memfokuskan pengadaan beras di dalam negeri.
 
"Posisi hari ini stok bulog mencapai 1,3 juta ton cukup untuk 4 bulan. Kebutuhan setiap bulan mendekati 300.000 ton baik untuk raskin, maupun kebutuhan lainnya. Kalau kita berhasil mendapatkan 3 juta ton beras pada 2008 artinya ada cadangan di gudang Bulog 1,25 juta ton," kata Mustafa.

Pengadaan Beras April

Disisi lain, Bulog sangat optimistis target pengadaan beras hingga akhir April bisa tercapai. Optimisme ini didasarkan akhir pencapaian pengadaan beras hingga 16 April telah mencapai 70% dari target 658.000 ton.
 
"Untuk pengadaan dalam negeri sampai hari ini kita sudah sampai pada 675.000 ton ini masih sesuai dengan target pencapaian bulanan sampai dengan akhir April kita menargetkan 958.000 ton sekarang kita sudah mencapai 70%," katanya dengan sumringah.
 
Menurutnya, laju pengadaan beras dari bulan Maret-April terus menanjak. Misalnya ia menggambarkan pada minggu pertama bulan Maret mencapai 3300 ton per hari. Lalu minggu kedua mencapai 10.000 ton per hari minggu ketiga menjadi 14.000 ton per hari dan minggu keempat Maret mencapai 23.600 ton per hari. Sedangkan untuk bulan April diminggu pertama mencapai 23.000 ton, dan minggu ketiga April mencapai 24.000 ketiga 27.800 ton per hari.
 
"Jadi ini tanda-tanda pengadaan target dari prognosa yang ditetapkan kelihatannya mencapai target, mudah mudahan tidak terjadi gangguan di depan. Kalau tanda-tanda ini terus berlanjut Insyallah target 2,4 juta sampai 2,8 juta bisa tercapai," harapnya.
 
Menurutnya perkembangan daerah produsen beras yang terbesar adalah daerah Jawa Timur yang mencapai 301.000 ton dari target mereka sampai April 277.000 artinya sudah mencapai lebih dari target target yaitu 108%.
 
Kedua adalah Jawa Tengah yang mencapai 131.000 ton dari target 226.000 ton dengan pencapaian 58%. Ketiga adalah Jawa Barat yaitu 97 000 ton dari target 141.000 ton dengan pencapaian 68%. Keempat Sulawesi Selatan yaitu 66.000 ton dari target 115.000 ton artinya sudah 57%.

"Artinya daerah produsen beras cukup kuat," tambahnya meyakinkan.
 (hen/qom)
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518