Forum Finance
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- setujuhkan anda dengan si... Kaisar-Selatan
- Wahana Beramal Jariyah... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:41 WIB
Penurunan Ekspor ke AS dan China Paling Anjlok -
Senin, 01/12/2008 16:38 WIB
Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa -
Senin, 01/12/2008 16:14 WIB
Target 7 Juta Turis 'Visit Indonesia Year 2008' Sulit Tercapai -
Senin, 01/12/2008 15:45 WIB
Harga BBM Shell Semurah Pertamax -
Senin, 01/12/2008 15:18 WIB
Industri Alat Musik Masih Aman dari PHK -
Senin, 01/12/2008 14:55 WIB
Penumpang Kapal Melonjak 39% Selama Oktober
Indeks Berita
Rabu, 16/04/2008 18:51 WIB
Soal Beras, RI Masih Beruntung Dibanding Negara Lain
Suhendra - detikFinance

Mustafa Abubakar (Dikhy)
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bulog Mustafa Abubakar dalam acara konfrensi pers di Gedung Bulog, Jalan Gatot Soebroto, Rabu (16/4/2008).
"Stabilisasi harga beras, pada akhir 2007 hingga awal 2008 sangat positif. Di tengah harga beras dunia sangat melambung, Indonesia yang satu-satunya negara yang harga berasnya stabil," ujarnya.
Malah, lanjut Mustafa, pada periode Januari-Maret harga beras mengalami penurunan sehingga beras menurut Badan Pusat Statistik menyumbang deflasi di tengah tingginya inflasi di Indonesia.
"Di tengah komoditas pangan lainnya sedang meninggi di Indonesia, hanya beras yang malah turun," ungkap Mustafa.
Bahkan ia menambahkan bahwa ada fenomena yang menarik pada bulan Februari 2008 yaitu soal fakta harga beras pada bulan Februari justru lebih rendah dari bulan Januari padahal biasanya kebalikan dari itu. "Tapi sekarang harga Februari lebih rendah dari Januari," ujarnya.
Jadi ia menyimpulkan harga beras di dalam negeri relatif stabil karena didukung oleh beberapa hal diantaranya stok dari impor beras tahun lalu dan beberapa faktor lainnya.
"Karena stok kuat, selain karena ada dukungan impor akhir 2006 ke 2007, pengadaan dalam negeri juga melampaui target, dari 1,4 juta ton menjadi 1,76 juta ton dan masuk ke stok bulog, saat harga komoditas tinggi. Ketika pelaku pasar melihat stok tinggi dan mengecek ke daerah, dan kita tidak bluffing, tidak ada ruang untuk spekulasi akhirnya mereka bergabung dengan Bulog," katanya.
Sehingga katanya dengan demikian pasar beras sekarang ini bisa dikatakan sehat dan terintegrasi.
"Kalau ada gejolak harga beras di daerah tertentu maka bisa dapat diisi oleh daerah yang harganya rendah ke tinggi dan ini dapat dinikmati oleh pelaku pasar," ucapnya.
(hen/ddn)
Komentar terkini (7 Komentar)
Baca juga :
- Produksi Beras Harus Naik 5% Sebelum Ekspor
- Deptan Tak Mau Beri Rekomendasi Ekspor Beras untuk 2008
- Ekspor Beras Jangan Menyusahkan
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
