Forum Finance
- Rahasia Tersembunyi Metod... warungmp3
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Jumat, 29/08/2008 20:36 WIB
Laporan dari Frankfurt
Investor, RI Sudah Lebih Atraktif -
Jumat, 29/08/2008 19:15 WIB
PT KA Siapkan Kereta Tambahan, Harga Tiket Tetap -
Jumat, 29/08/2008 18:59 WIB
Jumlah Pemudik Diperkirakan Capai 15,8 Juta Lebih -
Jumat, 29/08/2008 18:51 WIB
PLN Dilarang Ganggu Pasokan Listrik Saat Puasa dan Lebaran -
Jumat, 29/08/2008 18:30 WIB
Pasar Murah Digelar Saat Puasa -
Jumat, 29/08/2008 17:49 WIB
Pengecer Elpiji Nakal Bakal Diskors
Indeks Berita
Jumat, 18/04/2008 15:49 WIB
SBY Belum Izinkan Ekspor Beras
Luhur Hertanto - detikFinance

Presiden SBY (Dudi Anung)
Jakarta -
Departemen Perdagangan (Depdag) sudah mengeluarkan aturan yang memperbolehkan Bulog mengekspor beras. Namun Presiden SBY sejauh ini malah belum mengizinkan ekspor beras.
Penegasan itu disampaikan Presiden dalam sambutan makan siang bersama para tokoh perempuan, Jumat (17/4/2005), di Istana Merdeka, Jakarta.
"Tahun lalu ada peningkatan produksi beras 2 juta ton. Tahun ini juga aman. Tapi saya belum izinkan untuk ekspor," ujar SBY.
Prioritas pemerintah saat ini adalah mengantisipasi dampak krisis komoditas pangan dunia. Beberapa negara berkembang dan tetangga Indonesia sekarang ini tengah bergulat dengan kesulitan akibat krisis pangan yang menerpa mereka.
Merujuk hasil upaya peningkatan produksi yang telah dirintis sejak dua tahun lalu, Indonesia pasti mampu melewati masa sulit tersebut. Tapi ada langkah keras peningkatan produksi pertanian demi menjamin ketersediaan pangan di masa mendatang.
Peningkatan produksi tidak hanya beras yang merupakan makan pokok masyarat, tapi juga komoditas pangan lain yang selama ini didatangkan dari luar negeri. Seperti kedelai, jagung dan daging sapi.
"Untuk jangka panjang, policy fiskal untuk stabilkan harga pangan tidak akan cukup. Jalan keluarnya adalah peningkatan produksi," tegas SBY.
(lh/qom)
SBY Belum Izinkan Ekspor Beras
Luhur Hertanto - detikFinance

Presiden SBY (Dudi Anung)
Penegasan itu disampaikan Presiden dalam sambutan makan siang bersama para tokoh perempuan, Jumat (17/4/2005), di Istana Merdeka, Jakarta.
"Tahun lalu ada peningkatan produksi beras 2 juta ton. Tahun ini juga aman. Tapi saya belum izinkan untuk ekspor," ujar SBY.
Prioritas pemerintah saat ini adalah mengantisipasi dampak krisis komoditas pangan dunia. Beberapa negara berkembang dan tetangga Indonesia sekarang ini tengah bergulat dengan kesulitan akibat krisis pangan yang menerpa mereka.
Merujuk hasil upaya peningkatan produksi yang telah dirintis sejak dua tahun lalu, Indonesia pasti mampu melewati masa sulit tersebut. Tapi ada langkah keras peningkatan produksi pertanian demi menjamin ketersediaan pangan di masa mendatang.
Peningkatan produksi tidak hanya beras yang merupakan makan pokok masyarat, tapi juga komoditas pangan lain yang selama ini didatangkan dari luar negeri. Seperti kedelai, jagung dan daging sapi.
"Untuk jangka panjang, policy fiskal untuk stabilkan harga pangan tidak akan cukup. Jalan keluarnya adalah peningkatan produksi," tegas SBY.
(lh/qom)
Komentar terkini (1 Komentar)
