Forum Finance
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- setujuhkan anda dengan si... Kaisar-Selatan
- Wahana Beramal Jariyah... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:41 WIB
Penurunan Ekspor ke AS dan China Paling Anjlok -
Senin, 01/12/2008 16:38 WIB
Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa -
Senin, 01/12/2008 16:14 WIB
Target 7 Juta Turis 'Visit Indonesia Year 2008' Sulit Tercapai -
Senin, 01/12/2008 15:45 WIB
Harga BBM Shell Semurah Pertamax -
Senin, 01/12/2008 15:18 WIB
Industri Alat Musik Masih Aman dari PHK -
Senin, 01/12/2008 14:55 WIB
Penumpang Kapal Melonjak 39% Selama Oktober
Indeks Berita
Jumat, 18/04/2008 17:57 WIB
Inpres Kenaikan HPP Gabah dan Beras Keluar 1-2 Hari Lagi
Arry Anggadha - detikFinance

Anton Apriyantono (bgs)
"Tapi belum bisa diumumkan, kita masih menunggu persetujuan Presiden melalui Inpres. Satu dua hari ini diharapkan sudah ditandatantangi Presiden," kata Menteri Pertanian Anton Apriantono.
Hal tersebut disampaikan Anton usai rapat pangan yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (18/4/2008). Rapat ini juga diikuti Menko Perekonomian Boediono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Dirut Mustafa Abubakar.
Meski demikian, Anton masih merahasiakan besaran kenaikan itu. "Kenaikannya yang jelas lebih besar dari inflasi, supaya ada keuntungan bagi petani," ujarnya.
Mengenai pupuk, Anton menjelaskan, pemerintah juga akan menaikkan subsidinya menjadi Rp15 triliun dari rencana semula Rp 10 triliun.
"Kenaikan ini lebih disebabkan kenaikan harga pupuk dunia akibat tingginya permintaan dari berbagai negara, sekarang kita rebutan pupuk," jelasnya.
Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar menambahkan pihaknya siap menjalankan kenaikan HPP. "Tambahan dana sudah kita siapkan untuk membeli gabah petani yang HPP-nya dinaikkan," tuturnya.
Untuk itu, lanjutnya, Bulog telah mendapat persetujuan dari Bank Bukopin, Bank BRI, dan Bank Mandiri untuk menggelontorkan dana sesuai plafon yang dijamin pemerintah.
"Dengan kenaikan ini, plafon pinjaman kita minta dinaikkan menjadi Rp15-16 triliun," jelasnya.
(ary/qom)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- SBY Belum Izinkan Ekspor Beras
- Soal Beras, RI Masih Beruntung Dibanding Negara Lain
- Produksi Beras Harus Naik 5% Sebelum Ekspor
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
