Forum Finance
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- setujuhkan anda dengan si... Kaisar-Selatan
- Wahana Beramal Jariyah... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:41 WIB
Penurunan Ekspor ke AS dan China Paling Anjlok -
Senin, 01/12/2008 16:38 WIB
Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa -
Senin, 01/12/2008 16:14 WIB
Target 7 Juta Turis 'Visit Indonesia Year 2008' Sulit Tercapai -
Senin, 01/12/2008 15:45 WIB
Harga BBM Shell Semurah Pertamax -
Senin, 01/12/2008 15:18 WIB
Industri Alat Musik Masih Aman dari PHK -
Senin, 01/12/2008 14:55 WIB
Penumpang Kapal Melonjak 39% Selama Oktober
Indeks Berita
Rabu, 23/04/2008 17:37 WIB
Kucuran Subsidi BBM Capai Rp 32 Triliun Hingga Maret
Wahyu Daniel - detikFinance

Hal tersebut disampaikan Direktur Penerimaan Negara Bukan Pajak Ditjen Anggaran Mudjo Suwarno di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (23/4/2008).
"Hasil verifikasi itu sekitar Rp 30 triliun lebih, Rp 32 triliun," ujarnya.
Tingginya subsidi yang dikucurkan oleh pemerintah itu terkait tingginya harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang kini menembus US$ 100 per barel.
Subsidi BBM dalam APBN perubahan 2008 ditetapkan sebesar Rp 126,8 triliun. Angka ini jauh lebih besar dari besaran subsidi dalam APBN 2008 yang hanya dipatok sebesar Rp 45 triliun.
"Ya memang volumenya agak lebih besar sedikit kalau dihitung dengan kasarannya kali angka realisasi selama tiga bulan ini, kali empat saja, melebihi APBNP konsumsinya. mudah-mudahan ini kan baru tiga bulan, kan programnya masih banyak kemudian dalam rangka pengendalian minyak tanah, juga berhasil," ujarnya.
Subsidi Listrik Untuk subsidi listrik, pemerintah membayar rata-rata Rp 2,5 triliun per bulannya. Sedangkan secara keseluruhan dalam tahun ditargetkan sebesar Rp 60,291 triliun di 2008.
"3 bulan PLN kan anggarannya Rp 60 triliun. Tapi sekarang masih mengacu APBN induknya. Januari, Februari masih menggunakan biaya pokok dari APBN. Rata-rata sekitar Rp 2,5 triliun setiap bulannya," ujarnya.
(ddn/qom)
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
Informasi Pemasangan Iklan:hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
