Forum Finance
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- setujuhkan anda dengan si... Kaisar-Selatan
- Wahana Beramal Jariyah... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:41 WIB
Penurunan Ekspor ke AS dan China Paling Anjlok -
Senin, 01/12/2008 16:38 WIB
Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa -
Senin, 01/12/2008 16:14 WIB
Target 7 Juta Turis 'Visit Indonesia Year 2008' Sulit Tercapai -
Senin, 01/12/2008 15:45 WIB
Harga BBM Shell Semurah Pertamax -
Senin, 01/12/2008 15:18 WIB
Industri Alat Musik Masih Aman dari PHK -
Senin, 01/12/2008 14:55 WIB
Penumpang Kapal Melonjak 39% Selama Oktober
Indeks Berita
Kamis, 24/04/2008 11:05 WIB
Konsumsi BBM Membengkak 15%
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

SPBU di Bali (Foto: Gds)
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam sambutan Penandatanganan keputusan bersama BPH Migas dan Kejagung tentang barang bukti perkara tindak pidana penyediaan di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
"Kalau melihat konsumsi BBM pada Januari, Februari, dan Maret lalu diproyeksikan untuk 1 tahun, kalau tidak diawasi bisa membengkak menjadi 41 juta kiloliter," katanya.
Dengan begitu, subsidi BBM yang ditanggung APBN pun juga membengkak. Jika dengan asumsi harga minyak US$ 95 per barel subsidi mencapai Rp 106 triliun, maka dengan harga minyak sekarang yang sekitar US$ 115 per barel maka bisa melebihi Rp 125 triliun.
"Apalagi jika tidak dilakukan pengawasan, bisa lebih banyak lagi," tambahnya.
Untuk itulah, BPH Migas menggandeng Kejaksaan Agung untuk membantu penyimpanan barang bukti kasus penyelewengan BBM. Penandatanganan dilakukan antara Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dengan Jaksa Muda Pidana Umum AH Aritonang disaksikan Menteri ESDM, Jaksa AGung Hendarman S dan Menkopolhukan Widodo AS.
Direktur PNBP Mudjo Suwarno sebelumnya menyatakan, subsidi BBM yang telah dikucurkan pemerintah hingga Maret 2008 mencapai Rp 32 triliun. Tingginya subsidi BBM yang dikucurkan itu terkait dengan tingginya harga ICP yang sudah mencapai US$ 103 per barel.
(lih/qom)
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Indonesia Masih Mampu Redam Gejolak Eksternal
- Paskah: Asumsi APBN Masih Aman
- OPEC Tolak Kenaikan Produksi
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
