Forum Finance
- Memahami riba perbankan... JOXZIN
- setujuhkan anda dengan si... Kaisar-Selatan
- Wahana Beramal Jariyah... JOXZIN
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Senin, 01/12/2008 17:41 WIB
Penurunan Ekspor ke AS dan China Paling Anjlok -
Senin, 01/12/2008 16:38 WIB
Belanja Iklan Anjlok Ancam Industri Media Massa -
Senin, 01/12/2008 16:14 WIB
Target 7 Juta Turis 'Visit Indonesia Year 2008' Sulit Tercapai -
Senin, 01/12/2008 15:45 WIB
Harga BBM Shell Semurah Pertamax -
Senin, 01/12/2008 15:18 WIB
Industri Alat Musik Masih Aman dari PHK -
Senin, 01/12/2008 14:55 WIB
Penumpang Kapal Melonjak 39% Selama Oktober
Indeks Berita
Kamis, 24/04/2008 14:07 WIB
Pelaksanaan Program Smart Card Pakai Sistem Outsourcing
Alih Istik Wahyuni - detikFinance

Foto: Gede Suardana
Kepala BPH Migas Tubagus Haryono menjelaskan, tenaga kerja outsourcing tersebut dibutuhkan untuk pemasangan Smart Card di setiap kendaraan yang menjadi target serta pengawasan setelah program berjalan.
Sebelumnya, Tubagus menjelaskan, Smart Card akan ditempel di sisi kendaraan yang mudah terlihat. Untuk mobil bisa ditempel di kaca mobil, sementara untuk motor bisa diatas lampu depan.
Kedepannya, setiap hendak mengisi BBM, kartu tersebut akan di-scan oleh petugas SPBU, sehingga terlihat berapa banyak BBM yang sudah digunakan pemilik kendaraan, dan berapa sisa kuotanya.
Selain membutuhkan tenaga kerja untuk memasang Smart Card, tenaga kerja juga dibutuhkan untuk pemasangan alat pendeteksi di SPBU-SPBU, hingga pengawasannya.
Tubagus menambahkan, perusahaan pelaksana outsourcing ini akan ditentukan melalui mekanisme lelang. Proses lelangnya sendiri akan segera dilakukan sebelum pertengahan tahun ini.
"Kita akan tetapkan pelaksananya dengan outsourcing. Nggak mungkin BPH Migas sendiri karena membutuhkan orang banyak," katanya.
Dia menyampaikan disela penandatanganan keputusan bersama BPH Migas dan Kejagung tentang barang bukti perkara tindak pidana penyediaan di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (24/4/2008).
Yang pasti, Tubagus menyatakan, pihaknya kini masih mensurvei konsumsi BBM di beberapa daerah termasuk Jabodetabek. Dari hasil sementara ditemukan fakta bahwa konsumsi BBM angkutan umum ternyata lebih irit dibandingkan kendaraan pribadi.
"Karena kendaraan umum baru mengisi BBM kalau memang benar-benar habis. Dan dalam sebulan mereka kan tidak menggunakannya 30 hari penuh, ada jeda liburnya. Sementara kendaraan pribadi lebih boros," katanya.
Dari hasil survei terlihat rata-rata penggunaan kendaraan umum sekitar 250-300 km per hari. Sementara kendaraan pribadi mencapai 60 km per hari.
(lih/qom)
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Smart Card BBM Berlaku Juni di Bali dan Batam
- Smart Card Rawan Diselewengkan
- Menteri ESDM: Smart Card akan Diuji Coba di Bali Atau Batam
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
