Forum Finance
- Rahasia Tersembunyi Metod... warungmp3
- masih muda dah kaya rayaa... lelaki
- [Berita] Pertumbuhan Ekon... yudhasatriaw
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Selasa, 26/08/2008 16:45 WIB
Ulang Tahun ke-46, Sri Mulyani Berharap Pengangguran Turun -
Selasa, 26/08/2008 15:19 WIB
Menkeu Haramkan Kompromi Pengelolaan Utang -
Jumat, 22/08/2008 14:41 WIB
Bhumibol Raja Terkaya di Dunia -
Selasa, 19/08/2008 14:19 WIB
Harta Dirut Jamsostek Tambah Rp 500 Juta -
Jumat, 15/08/2008 18:07 WIB
Mendiknas Nyaris Pingsan Karena Anggaran Pendidikan 20% -
Selasa, 12/08/2008 13:23 WIB
Teori Investasi Nilai Ala Buffett
Indeks Berita
Kamis, 24/04/2008 16:50 WIB
Indra Abidin Kepincut Gandhi di Italia
Suhendra - detikFinance

Indra Abidin
Jakarta -
Siapa yang tak kenal dengan Gandhi, tokoh India ini terkenal dengan prinsip perjuangannya perlawanan tanpa kekerasan atau ahimsa.
Prinsip Gandhi ini rupanya menginspirasi perusahaan iklan di Italia. Perusahaan itu mengangkatnya sebagai ikon iklan telekomuniaksi di televisi, yang intinya mengedepankan kebersamaan satu keluarga tanpa kekerasan.
"Saya beberapa tahun lalu ke Italia saya lihat iklan telekomunikasi, tetapi justru yang dipakai sebagai iklan adalah Gandhi. Ternyata lewat iklan itu mengedepankan prinsip Gandhi no violence, saya sangat tersentuh," ujar Ketua Asosiasi Periklanan Dunia (International Advertising Association/IAA) Indra Abidin dalam acara konferensi pers di gedung Galaktika, Ragunan, Kamis (24/4/2008).
Indra mengatakan bahwa iklan tersebut mencoba memakai pendekatan yang sederhana tetapi menyentuh semua orang yang melihatnya. Sosok Gandhi yang anti kekerasan diasosiasikan sebagai sikap satu keluarga yang terwakili dari prinsip telekomunikasi.
"Setiap hari kita dihubungkan oleh banyak hal yang menyangkut alat telekomukasi seperti telepon, ini seperti one family," ujar Indra yang baru dilantik sebagai ketua IAA pada 7 April lalu.
Ia juga menilai kondisi periklanan di Indonesia masih belum banyak yang mengedepankan aspek etika terutama bagi perusahaan pembuat iklan, hanya sedikit saja yang mematuhinya.
"Kalau di Indonesia banyak iklan yang masih merendahkan pesaingnya, ini tidak boleh. Tetapi memang setiap negara punya isu masing-masing kalau di Eropa sangat sensitif dengan isu pornografi, Amerika lebih pada hal perlindungan anak seperti hal obesitas atau kegemukan," ungkap Indra.(hen/ir)
Indra Abidin Kepincut Gandhi di Italia
Suhendra - detikFinance

Indra Abidin
Prinsip Gandhi ini rupanya menginspirasi perusahaan iklan di Italia. Perusahaan itu mengangkatnya sebagai ikon iklan telekomuniaksi di televisi, yang intinya mengedepankan kebersamaan satu keluarga tanpa kekerasan.
"Saya beberapa tahun lalu ke Italia saya lihat iklan telekomunikasi, tetapi justru yang dipakai sebagai iklan adalah Gandhi. Ternyata lewat iklan itu mengedepankan prinsip Gandhi no violence, saya sangat tersentuh," ujar Ketua Asosiasi Periklanan Dunia (International Advertising Association/IAA) Indra Abidin dalam acara konferensi pers di gedung Galaktika, Ragunan, Kamis (24/4/2008).
Indra mengatakan bahwa iklan tersebut mencoba memakai pendekatan yang sederhana tetapi menyentuh semua orang yang melihatnya. Sosok Gandhi yang anti kekerasan diasosiasikan sebagai sikap satu keluarga yang terwakili dari prinsip telekomunikasi.
"Setiap hari kita dihubungkan oleh banyak hal yang menyangkut alat telekomukasi seperti telepon, ini seperti one family," ujar Indra yang baru dilantik sebagai ketua IAA pada 7 April lalu.
Ia juga menilai kondisi periklanan di Indonesia masih belum banyak yang mengedepankan aspek etika terutama bagi perusahaan pembuat iklan, hanya sedikit saja yang mematuhinya.
"Kalau di Indonesia banyak iklan yang masih merendahkan pesaingnya, ini tidak boleh. Tetapi memang setiap negara punya isu masing-masing kalau di Eropa sangat sensitif dengan isu pornografi, Amerika lebih pada hal perlindungan anak seperti hal obesitas atau kegemukan," ungkap Indra.(hen/ir)
Komentar terkini (1 Komentar)
