Forum Finance
- Tutorial OrangeHRM berbah... titus
- Coba untuk beranikan DIRI... dek_orekoop
- krisis global... madamadaa
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Sabtu, 22/11/2008 17:36 WIB
Laporan dari Peru
SBY Hadiri Puncak APEC dan Gelar Pertemuan dengan PM Australia -
Sabtu, 22/11/2008 16:08 WIB
Laporan dari Peru
Kunci Atasi Krisis Adalah Berkomitmen untuk Rakyat -
Sabtu, 22/11/2008 16:04 WIB
MS Hidayat Calon Tunggal Ketum Kadin 2008-2013 -
Sabtu, 22/11/2008 15:49 WIB
Argentina Nasionalisasi 2 Maskapai Swasta -
Sabtu, 22/11/2008 13:25 WIB
Realisasi Kenaikan UMP di atas 10% Diragukan -
Sabtu, 22/11/2008 12:05 WIB
PLTU Paiton Dapat Berkah Krisis
Indeks Berita
Minggu, 27/04/2008 14:09 WIB
Pemerintah Pilih Opsi Menaikkan Subsidi BBM
Indro Bagus SU - detikFinance

Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, disela acara Pencanangan Gerakan Hemat Energi Nasional di TMII, Jakarta, Minggu (27/4/2008).
Hal itu disampaikan Purnomo menyikapi tingginya harga minyak di pasar internasional.
"Kita terus pantau dan cermati, terutama produksi minyak non OPEC karena produksi OPEC juga masih terbatas. Mengenai dampaknya terhadap ekonomi nasional, pemerintah cenderung akan menambah anggaran subsidi ketimbang menaikkan harga BBM, karena bisa mempengaruhi angka inflasi," ujar Purnomo.
Harga minyak dunia naik akan menaikkan pendapatan pemerintah dari sektor migas, namun di sisi lain otomatis subsidi juga akan naik.
Beberapa waktu terakhir, harga minyak masih berfluktuasi cukup tajam. Posisi tertingginya sempat menembus US$ 119 per barel.
Menanggapi hal ini, Purnomo menyatakan pemerintah terus mencermati fluktuasi harga minyak dunia, terutama kaitannya dengan kondisi ekonomi nasional yang bisa memicu kenaikan angka inflasi jika pemerintah mengambil opsi menaikkan harga BBM dalam negeri.
Untuk itu, ia mengatakan pemerintah memerlukan kepastian angka produksi minyak dalam negeri agar dapat menentukan berapa pendapatan yang akan diperoleh, terutama berkaitan dengan berapa jumlah anggaran subsidi yang akan ditambah.
"Kita sudah konsolidasikan dengan berbagai pihak, termasuk kontraktor. Kita harapkan angka produksi minyak bisa segera dipastikan dan jangan sampai menurun kapasitas produksinya," ujar Purnomo.
Sementara menurut Dirjen Migas, Luluk S, posisi lifting minyak per Kamis (24/4/2008) angka produksi minyak dalam negeri sekitar 977.066 barel per hari (BPH).
"Berdasarkan data per Kamis lalu, lifting minyak kita sebesar 977.066 bph. Setelah dikurangi swap sekitar 50.000 bph, jadi kira-kira posisinya sekitar 927.000 bph," ungkap Luluk.
(dro/ddn)
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- Subsidi BBM Bakar APBNP 2008
- BPH Migas Gandeng Kejagung Tuntaskan Penyelewengan BBM
- Konsumsi BBM Membengkak 15%
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
