Forum Finance
- <ask> Seminar Purdi... outoflist
- Jangan tunggu Obama menol... avatarvega
- [info]deposito standard c... StanChart
- Indonesia akan jadi kekua... Internesta Azzuro Champio
- BBM gak perlu naik tp sem... silentwatcher
- cara radikal mengangkat n... pudjo26
Berita Lain
-
Kamis, 04/12/2008 19:02 WIB
ADB Kucurkan US$ 350 Juta untuk Reformasi Birokrasi -
Kamis, 04/12/2008 17:39 WIB
Pemerintah Yakin DPR Segera Sahkan Perpu Krisis -
Kamis, 04/12/2008 17:20 WIB
Bajaj Perluas Pabrik di Cikarang US$ 60 Juta Medio 2009 -
Kamis, 04/12/2008 17:15 WIB
PPN Minyak Goreng Curah Kemasan Ditanggung Pemerintah -
Kamis, 04/12/2008 16:44 WIB
Pelabuhan Dumai Terancam Diblokir 15 Desember -
Kamis, 04/12/2008 15:31 WIB
LNG Energi Utama Mengaku Dirugikan Mitsubishi US$ 709 Juta
Indeks Berita
Senin, 05/05/2008 13:08 WIB
Triwulan I-2008
Laju Ekonomi RI Melambat
Nurul Qomariyah - detikFinance

Proyek Perumahan Tangerang City(hen)
Sementara harga-harga terus bergerak naik selama triwulan I-2008, yang tercermin dari laju inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) yang mencapai 8,17% secara year on year.
BI dalam 'Laporan Kebijakan Moneter Triwulan I-2008' yang dikutip Senin (5/5/2008) juga memandang perekonomian Indonesia ke depan masih menghadapi tentangan di tengah ketidakpastian perekonomian global.
Tantangan yang bersumber dari faktor eksternal akan memberikan tekanan yang cukup berat pada stabilitas makroekonomi dalam negeri. Tekanan inflasi juga masih cukup tinggi, dan semakin memperperat capaian sasaran inflasi.
Dalam pertumbuhan ekonomi RI, permintaan domestik berupa konsumsi rumah tangga dan investasi akan semakin berperan dalam menggerakkan roda perekonomian. Sementara peranan ekspor akan semakin berkurang sebagai konsekuensi dari kondisi global yang kurang kondusif.
Inflasi akan menjadi tantangan eksternal yang bisa memberikan tekanan berat pada stabiliras makro ekonomi dalam negeri. BI akan mencermati perkembangan aktivitas ekonomi dan inflasi, termasuk sumber-sumber inflasi untuk ke depannya. Kebijakan moneter akan diarahkan untuk menciptakan stabilitas makro ekonomi guna mendukung kesinambungan pertumbuhan ekonomi melalui Inflation Targeting Framework (ITF).
Sementara di bidang perbankan, BI akan melanjutkan program konsolidasi untuk mewujudkan perbankan yang sehat, kuat dan kompetitif. Upaya peningkatan fungsi intermediasi perbankan juga akan terus dilakukan BI untuk dapat memenuhi kebutuhan pembiayaan bagi dunia usaha secara efektif.
Untuk pertumbuhan ekonomi global, BI memperkirakan sebesar 4,1% di 2008, atau melembat dari sebelumnya sebesar 4,9%. Perlambatan ekonomi dunia terutama terjadi dinegara maju sebagai dampak dari krisis subprime mortgage di AS yang berkepanjangan.
Sementara itu, dampak lanjutan krisis subprime mortgage di AS terhadap negara-negara berkembang, khususnya Asia, masih akan ditransmisikan dengan relatif kuat melalui transaksi finansial. Di sisi lain, transmisi melalui transaksi perdagangan relatif dapat ditahan dengan pola perdagangan intraregional Asia yang meningkat. Secara keseluruhan, hal-hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi dunia diprakirakan masih cenderung menurun.
Kegiatan konsumsi pemerintah pada tahun 2008 diperkirakan masih akan tumbuh, namun dengan laju yang melambat. Walaupun defisit mengalami kenaikan cukup signifikan, namun kontribusi langsung sektor fiskal pada sektor riil melambat karena meningkatnya alokasi untuk subsidi.
Perlambatan konsumsi terjadi baik pada konsumsi pemerintahpusat maupun konsumsi pemerintah daerah seiring melambatnya pertumbuhan belanja pegawai, belanja barang, dan Dana Alokasi Umum (DAU).
Kegiatan investasi pada tahun 2008 diprakirakan tumbuh sedikit lebih tinggi. Perbaikan iklim investasi diperkirakan akan mendorong akselerasi pertumbuhan investasi pada tahun 2008. Stimulus fiskal dalam bentuk investasi pemerintah juga masih berperan dalam meningkatkan investasi pada tahun 2008 meskipun dengan pertumbuhan yang melambat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sementara itu, investasi swasta diprakirakan lebih berperan dalam mendorong investasi. Berdasarkan jenis investasi, investasi bangunan diprakirakan tumbuh tinggi pada 2008 yang didorong oleh pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang dijalankan oleh pemerintah ataupun swasta.
Salah satu proyek infrastruktur terbesar adalah pembangunan jalan tol. Ke depan, meskipun pelaksanaan proyek-proyek dimaksud diprakirakan terlambat dari jadwal semula dengan usaha-usaha Pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan di lapangan, terutama proses pembebasan tanah, investasi bangunan diproyeksikan meningkat.
(qom/ir)
Komentar terkini (1 Komentar)
Baca juga :
- Indonesia Belum Siap Terapkan Hedging Harga Minyak
- Hemat Rp 101 T, Pemerintah Diusulkan Hedging Harga Minyak
- Subsidi Harus Dihemat Agar APBN Tidak Kena Penalti
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518
