Berita Lain

Indeks Berita





Senin, 05/05/2008 14:29 WIB
Pemerintah Jauhkan Opsi Rescheduling Utang
Wahyu Daniel - detikFinance


Jakarta - Pemerintah tidak akan memilih opsi penjadwalan ulang (rescheduling) utang luar negerinya terkait dengan tingginya beban anggaran di tahun ini.
 
Hal ini disampaikan oleh Sesmenneg PPN/Bappenas Syahrial Loetan usai membuka pertemuan Pra-Musrenbangnas 2008 di Kantor Bappenas, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Senin (5/4/2008).
 
"Pendapat pribadi saya kalau untuk (jadwal ulang pembayaran) utang luar negeri kayaknya bukan policy yang begitu baik untuk kita adopsi sekarang. Kenapa, karena kita sudah masuk dalam kelompok negara berpenghasilan menengah, income per kapita kita kan sekitar US$ 2.000 dan memang belum tinggi sekali, yang kedua rating kita di berbagai lembaga internasional kita sudah cukup baik sampai sekarang," tuturnya.
 
Pemerintah juga takut kalau mengambil keputusan penjadwalan ulang utang luar negeri akan menurunkan rating Indonesia.

"Dan menurut saya pasti ini tidak akan baik untuk iklim bisnis dan kalau iklim bisnis tidak baik maka investor tidak mau masuk, kalau tidak mau masuk yang akan terkendala lagi ya masalah tenaga kerja. Dan saya rasa selama kita bisa mengubah perilaku kita dengan berhemat, ya kita belanja yang perlu-perlu saja, yang tidak perlu tidak usah dibelanjakan," paparnya.
 
Di tempat yang sama, pengamat ekonomi Aviliani mengatakan rescheduling utang luar negeri pemerintah baru bisa dilakukan dalam jangka panjang.
 
"Karena itu butuh waktu. Orang itu sudah menunggu Juni ini, Smart Card saja baru September dilaksanakan kan? Orang itu sudah melihat beban untuk 2008 terlalu tinggi. Jadi kalau tidak dlakukan sekarang, naik atau tidaknya (harga BBM), orang bingung, rescheduling bisa untuk 2009 sangat mungkin," tuturnya.
(dnl/ir)
Komentar terkini (1 Komentar)

Baca juga :

Informasi Pemasangan Iklan:
hubungi Ajeng
Email : iklan@detikfinance.com
Telepon. 62-21-7941177 ext.518